Baby sitter jahat atau orang tuanya ?

1

Indonesia kembali heboh dengan kejadian seorang pengasuh anak atau baby sitter bernama muityah terdapat menganiyaya anak majikannya atau ndoronya ! kali ini aku ngetik dengan agak marah, serius bro, marah ini aku ngetiknya, sampe hampir pada copot angka-angka di keyboard.

Saya marah bukan hanya ke baby sitter atau pengasuhnya, tapi ke orang tuanya, dan disni saya menekankan kepada para orang tua yang mempunyai bayi, gak cuma yang menjadi korban dari baby sitter atau pengaush bayi yang sekarang ramai di bicarakan.

Merujuk dari kasus ini, saya tidak setuju kalo hanya baby sitternya yang salah, tapi orang tuanya juga ikut andil. Kenapa punya anak kok gak dirawat sendiri? Alasan apa? sibuk? karir? atau malas? hey merawat anak yang kalian lahirin gak ada alasan apapun untuk tidak melakukannya, kalo kalian belum siap punya anak, jangan punya anak, kalo kalian enggan merawat anak dengan kasih sayang langsung dari pelukanmu jangan bikin anak.

Kalian maunya bikin tapi gak mau merawat, kalian pikir uang yang kalian bayarkan ke seorang baby sitter itu mampu menggantikan kasih seorang ibu kepada anaknya? Kalo anak kalian di siksa oleh pengasuh bayi, kalian juga ikut andil dalam proses penyiksaan itu secara tidak langsung, kasih sayang seorang ibu kalian acuhkan, kalian ganti dengan duit yang dibayarkan ke baby sitter.

Disni yang dirugikan bukan orang tua bukan pula baby sitternya, tapi anak itu, tumbuh tanpa kasih sayang orang tua dengan utuh. Hey, mungkin banyak orang yang beruntung mendapatkan baby sitter yang baik, tapi sebaik-baiknya baby sitter itu tetap orang lain yang kasih sayangnya tentu akan jauh berbeda dengan kasih sayang seorang ibu.

Tetapi sayangnya manusia modern ini sungguh salah menafsirkan arti kejadian ini, mereka para manusia modern menafsirkan “hati-hati sis memilih baby sitter, di check dulu baik atau gak

Hellowwww kenapa kalian sedangkal itu menafsirkan kasus ini, hanya sebatas itukah kalian menafsirkan tanda tanda yang Tuhan berikan? tidak, tidak.. bukan seperti itu harusnya menafsirkannya, bukan kita harus melihat bagaimana sikap baby sitter itu saja, tapi peranan orang tua dari awal mula akar masalah juga.

Tuhan sedang menegur para ibu yang malas mengasuh anak, para wanita karir yang sibuk dengan kerjaanya, agar mereka mengasuh anaknya sendiri, dengan kasih sayang langsung dari tangan tangan kalian, bulan dari pepanjangan tangan seorang pengasuh yang hanya membayar gaji perbulan.


Kalian pikir uang segitu sudah cukup untuk menggantikan peran kalian sebagai ibu? oh salah kaprah pemikiran kalian, kalian pikir dengan uang kalian bisa membeli atau menyewa jasa kasih sayang ibu, oh manusia modern !! Bukalah mata kalaian akan kasus ini, bukannya kasus ini sudah berulang ulang terjadi, bahkan tak jarang seorang anak kecil lebih sayang ke baby sitternya dari pada ibunya sendiri, jika ditinggal mudik baby sitternya tiap malam anak itu menangis, akhirnya seorang ibu yang matrialistik sampah hanya bisa tergantung pada si baby sitter.

Saya sempat melihat rekaman video kasus ini, saya miris sekali, tapi saya lebih miris komentar orang tua sampah gak tau diri yang bilang “kalo baby sittrrku sepeti itu aku bunuh” hey nyonya ingat ya, kenapa kamu punya baby sitter? karena kamu enggan merawat anakmu dengan kasih sayangmu sendiri. Jadi untuk menghindari kasus seperti ini adalah rawat anakmu sendiri dengan kasih sayangmu sepenuhnya agar kelak anakmu bisa bernyanyi dengan lantang dan merdu

Kasih ibu,kepada beta, tak terhingga sepanjang masa.
Hanya memberi, tak harap kembali,Bagai sang surya, menyinari dunia.…”

Dan bukan

Kasih baby sitter,kepada beta, sangat terbatas tergantung gaji.. dan bla bla bla ” silahkan lanjutkan sendiri

Anakmu adalah anakmu, yang di titipkan Tuhan karena percaya bahwa engkau akan menjadi orang tua yang baik untuk anakmu, jangan malah engkau titipkan lagi anakmu ke baby sittermu, karena kasih sayang babby sitter jauh sangat jauh kurang di banding kasih sayang orang tua yang melahirkan anaknya dengan taruhan nyawanya. Tidakah kalian ingin melihat dan menjadi saksi anak-anak kalian tumbuh dimulai dari bisa merangkak, belajar ngomong, dan berlari?

NB : Bagi yang penasaran videonya dari kasus ini, googling aja dengan keyword baby sitter mutiyah

Artikel Lain

Berapa kadar ke atheisanmu? Siang itu, walau matahari lagi gagah-gagahnya menampakan diri diatas kepala, tapi tetap saja suasana didesa cindil tetap terasa dingin, di tambah ding...
Gambar Bungkus Rokok Yang Seharusnya Hallo teman, kali ini saya akan membuat artikel tentang kesalahan yang tejadi pada iklan bungkus rokok, sepertinya pemerintah memberikan foto-foto yan...
Bahaya merasa paling Merasa paling, mungkin ini adalah sifat dasar bagi setiap makhluk hidup, merasa paling ada bermacam-macam konteks, seperit paling pintar, paling benar...
Maka terpujilah orang yang cuek dengan ukuran tubu... Setiap orang pasti mengalami hal merasa badanya gendut atau emang benar-benar gendut, begitu juga salah satu teman cindil yang setiap hari merengek ak...
Perbedaan Buruh Dan Petani Kali ini saya akan membahas dua profesi yang berbeda tapi mempunyai sedikit kesamaan, mempunyai persamaan dalam sisi perjuangan, bedanya perjuangan bu...

About Author

Super Admin

1 Comment

  1. Setuju Mas, saya juga resign kerja demi anak. Padahal saya single parent, membiayai anak sendiri. Selama ada kemauan pasti ada jalan. Saya bisa saja kerja dan meninggalkan urusan repot anak, tapi itu menghancurkan anak. Lebih baik usaha sebisanya sambil nungguin anak

Leave A Reply