Bahaya merasa paling

2

Merasa paling, mungkin ini adalah sifat dasar bagi setiap makhluk hidup, merasa paling ada bermacam-macam konteks, seperit paling pintar, paling benar, paling ampuh, paling sakti, paling hebat, dan paling-paling sejenisnya, tapi tahukah bahwa merasa paling itu adalah pintu untuk menuju sebuah kehancuran dalam hidup kita ? dan pola pikir paling ini, bahkan di dunia ini banyak kehancuran-kehancuran lain dari hal yang kita anggap sepele dari sebuah rasa yang sangat terpojok di sudut hati, tetapi selalu muncul ketika berada diantara makhluk lain yaitu rasa paling ini ?

Jika kita percaya kisah adam, tentu kita semua tahu bahwa ada adegan paling fenomenal dalam sejarah umat manusia, pembunuhan pertama qobil membunuh sodaranya bernama habil, pembunuhan pertama dilakukan karena merasa paling, paling berhak atas seorang wanita, kenapa rasa paling berhak itu muncul ? karena dirinya datang dari rasa paling segalanya, paling benar, paling suci, paling bersih dan paling hebat dan paling pantas untuk mendapatkan wanita ini.

Jauh sebelum itu, saat bapak mereka baru tercipta yaitu Adam a.s, seorang makhluk yang merasa paling benar, paling dekat dengan Tuhan, paling ahli beribadah dan merasa paling suci, enggan untuk bersujud untuk menghormati Adam, dan akhirnya rasa paling ini membuat makhluk ini terusir dari sorga dan hidup dalam kemarahan Tuhan.

Dan di era modern ini, merasa paling akhirnya menimbulkan rasisme, manusia merasa paling sempurna diantara makhluk yang lain, setelah itu manusia merasa paling sempurna dari manusia lain, ras ini merasa paling hebat diantara ras lain, negara ini merasa paling dari negara lain, dan ini menimbulkan kengerian luar biasa, pembunuhan makhluk-makhluk Tuhan secara masal.

Seharusnya kita sudah banyak belajar dengan rasa paling, bahkan dari kitab suci, dari cerita-cerita dongeng, semua sudah sering kita dengar, seperti bawang merah yang merasa paling cantik dari bawang putih, seekor angsa yang mempunyai bulu-bulu indah merasa paling indah dari hewan lain, sehingga akhir riwatnya tragis, semua bulu-bulunya rontok, memang itu semua hanya dongeng, lalu kisah perang batarayuda, antara kurawa dan pandawa, dimana kurawa merasa paling berhak, atas kerajaan Hastinapura, paling pandai, dan paling bisa memimpin kerjaaan dari pada pandawa, dan akhirnya, mereka hancur bukan?

Kita memang terbiasa menikmati sebuah cerita, tanpa ada pertanyaan dalam hati, kenapa bisa seperti itu, bagaimana sudut pandang kurawa, bawang merah dan angsa itu ? karena kita hanya penikmat cerita, kitapun tidak dapat mengetahui sebuah pesan atau makna yang ada dalam cerita.


Lalu di era setelah proklamasi di indonesia ini, banyak kejadian yang menimbulkan kegaduhan nasional yang luar biasa akibat rasa paling, orang ini merasa paling untuk menjadi pemimpin, akhirnya rela untuk membunuh ratusan bahkan jutaan orang, lalu datang lagi seorang yang merasa paling mampu memimpin sehingga mereka bertarung antara orang yang merasa paling bersih, paling jujur, paling amanah, setidakna itu slogan-slogan mereka pada baliho yang terpampang di jalanan.

Dan sekarang adalah era dimana iblis-iblis sudah mencokolkan rasa palingnya di hati manusia, liat apa yang terjadi sekarang ? perpecahan, antara ormas ini merasa paling benar dari ormas ini, begitu juga sebaliknya, akhirnya mereka melupakan Tuhan yang sejatinya maha paling, karena mereka bahkan merasa paling paham Tuhan dari pada Tuhan itu sendiri, dan tentu ini sangat berbahaya, mungkin saja nanti ketika Tuhan menasihati, mereka akan berkata “Aku lebih paham ayat-ayatmu kok”

Sejatinya sudah banyak yang mengingatkan kita tentang rasa paling ini, di dalam idiom jawa ada kata yang sering di guanakn “bisa ngrumangsa, aja ngrumangsa bisa” dalam bahasa indonesianya adalah bisa merasa jangan merasa bisa, dan tentu saya rasa di suku-suku lain, di negara-negara lain, banyak idiom yang mengingatkan hal-hal seperti ini.

Dan juga seorang guru besar, mbah nun pernah mengingatkan tentang hal ini, beliau berkata, “jangan pernah engkau memegang kebenaran yang sekarang kamu anggap benar itu 100% benar, sebab diluar sana ada kebenaran yang lebih benar, dan jika engkau melakukan hal itu, maka engkau tidak akan bisa menerima kebenaran yang kemungkinan lebih benar dari yang engkau anggap benar, cukup engkau pegang kebanarmu yang sekarang itu 90 %”

Mbah nun disni tidak menyuruh kita untuk tidak memegang teguh pendirian, mbah nun disni menyuruh kita agar kita tidak egois, karena memegang teguh pendirian dan egois itu beda tipis, silahkan engkau pegang teguh kebenaran yang engkau anggap benar, tetapi jangan pernah menolak kebenaran orang lain yang mungkin orang lain anggap itu benar baginya, lalu disni informasi yang kita serap perlu kita proses dan saring, melalui proses kehidupan yang kita alami, agar kebenaran sejati itu nanti kita temukan, sebab kebanaran yang sekarang kita yakini benar, belum tentu itu adalah sebuah kebenaran sejati.

Dan ternyata doa para nabi adalah Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka,inni kuntu minazzhalimin. Dan disnilah kenapa para nabi bisa menjadi hebat dan kekasih Tuhan, karena para nabi merasa paling buruk, paling dzhalim, paling tidak benar, paling tidak baik, berangkat dari rasa paling dengan sudut pandang lain, mereka bisa terus memperbaiki diri, terus mendengarkan, terus belajar.
Nasihat dari aku untuk diriku, teman-teman jin dan manusia

Artikel Lain

Kubimbing engkau kesurga adalah kalimat tersombong Kali ini dengan sangat terpaksa dan sangat amat rendah hati, saya akan menulis tentang agama, perlu di ingat, saya sangat amat takut nulis tentang aga...
Boikot Kurma Iran? Duh Gusti Apa aku kudu ketawa? Dunia makin canggih, dengan banyaknya hal-hal baru dan modern, seperti smartphone yang sekarang berkembang dengan pesat, dan aplikasi-aplikasi yang ca...
Pilkada DKI 2017 Sibuk Ngurusin Rumah Tangga Orang... Sebentar lagi ada sesuatu yang seru di jakarta, pertarungan untuk merebutkan kedudukan sebagai Gubernur Jakarta, sebentar lagi di tahun 2017 itu akan ...
Ketika mendengar lagu, otak manusia indonesia terb... Saya sudah sangat menyerah dengan para manusia modern di negeri ini, saya sangat kesal, marah, emosi, keki, jijik dll, semua yang saya rasakan hadir d...
Terlahir Aneh, Aneh Karena Terlahir Ok setelah kemaern berhasil membangun sebuah blog, dan wow, dari bantuan seorang teman yang tinggi dan berambut gondrong akhirnya saya bisa mendapat t...

Share.

About Author

Super Admin

2 Comments

    • terimakasih reviewnya gans, susupi aja gan, web ini welcome ke siapa aja kok gan, btw email ente keren tuh waowkaokwaokaok

Leave A Reply