Berapa kadar ke atheisanmu?

2

Siang itu, walau matahari lagi gagah-gagahnya menampakan diri diatas kepala, tapi tetap saja suasana didesa cindil tetap terasa dingin, di tambah dinginnya keadaan cindil yang sedang menengok mbahnya, bahkan mereka duduk berdua tidak ada sepatah katapun yang terucap, hanya duduk, memandang kedepan dengan tatapan sama-sama kosong.

Tiba-tiba hp cindil berbunyi “klung, klung” “PING !!” cindil kaget dan melihat HPnya, ah ternyata Gudal yang sedang BBM Cindil.

“Ya ada apa dal, biasa wae si, gak usah pang ping pang ping, kaya abg baru dateng bulan aja”

“Km dimana ndil?”

“Ditempat Mbah”

“OTW kesitu ama gudal dan sapun” Jawab daplun

Cindil tidak membalas dan langusng join ke lamunan mbahnya lagi, sepertinya mereka sudah hampir 2 jam diam tanpa kata dan terus melamun, sebelum kaget oleh BBM gudal tadi, tidak sampai 10 menit, teman-teman cindil datang.

Seperti biasa, gudal dengan grasa grusunya, sapun dengan gaya sok coolnya, dan daplun dengan gaya sengaknya, mereka bertiga berjalan mendekati cindil, setelah semuanya sampai, mereka bertiga menyalami mbah cindil.

“Ada apa toh, kok kayaknya genting bener, kaya mau di deportasi donald trump saja” cindil bertanya tanpa melihat wajah mereka

“Tadi kita ketemu orang, terus kita ngobrol, masa dia menanyakan pertanyaan aneh-aneh ndil” jawab daplun

“Lah aneh gimana” kata cindil

“Ya aneh lah, dia tanya, jika memang ada Tuhan, coba sekarang saya pengen liat”

“Terus ?” Tanya cindil

“Terus dia mengeluarkan beberapa argumen, yang bener-bener bikin kami kelimpungan buat jawab”

“Emang apa itu” tanya cindil

“Masa kan setan terbuat dari api, maka seharusnya gak mempan dong kalo dibakar di neraka, mana setan terbuat dari api neraka juga” Gudal menjawab

“Terus kami jawab, lah kamu aja di tampar pake tangan sakit kok, padahal sama-sama kulit”

“Tapi kata dia itu gak relevan, karena itu di tampar, coba kalo kita dimasukan ke kubang kulit-kulit apa kira akan merasa sakit? sedangkan setan bakal dimasukan ke kubang api” gudal menirukan orang tersebut

“Terus banyak lagi argumen-argumen yang bikin kami kelimpungan, kaya nilai baik dan buruk, terus misal di indonesia ada 5 agama, dan hanya 1 agama yang benar, sedangkan masing-masing agama merasa benar karena di doktrin dari lahir tentang agamanya, berarti kalo hanya 1 yang benar, betapa jahatnya Tuhan, sengaja bikin manusia agar dimasukan ke nereka”

“Oh atheis” jawab cindil

“iya ndil” jawab Gudal

“Lah orang atheis kan gak percaya adanya Tuhan, terus ngapain di dengerin, ngapain debat dengan atheis ?” jawab cindil

“Kamu harusnya yang percaya ya percaya aja, biarkan dia mau ngomong gimana, toh itu kepercayaanya, bukan kepercayaanmu, jadi kenapa kamu harus terpancing dan akhirnya malah debat ama mereka?”

“Bukan gitu ndil, kami sih gak terpancing, tapi kalo ngomong-ngomong diluar?” jawab daplun

“Sebenernya kita semua mempunyai kadar atheis di diri masing-masing kok” suara agak paruh dan serak menjawab, Mbahnya cindil

“Lah pie maksudnya mbah” sapun menjawab

“Kita harusnya tahu, atheis itu apa, orang atheis itu adalah orang yang gak percaya adanya Tuhan, tidak percaya adanya Tuhan, berarti tidak merasa ada kehadiran Tuhan, bukan berarti Tuhan tidak hadir, cuma dia merasa tidak adanya hadirnya Tuhan dalam dirinya”

“Terus kenapa kita semua mempunyai kadar atheis mbah?” gudal menimpali

“Orang atheis tidak akan pernah merasa keterlibatan Tuhan dalam segala hal yang di lakukan dalam hidupnya, walaupun secara kenyataan, peran Tuhan sangat menonjol dalam setiap tindakan yang di lakukan, entah itu tindakan yang di anggap baik atau di anggap buruk”


“Nah, mari kita ingat-ingat, dalam sehari berapa banyak kita mengingat, menghadirkan dan merasa ada Tuhan dalam diri kita, dalam tindakan kita. Secara garis besar, berapa banyak kita mengingat Tuhan dalam sehari ?”

“Misal kita sedang makan enak, dan tentu karena lezatnya makanan, kita lupa bahkan sekedar memanjatkan sukur karena telah di beri anugerah rizki berupa makanan enak, itu menurut mbah sudah termasuk atheis, karena kita tidak merasa kehadiran Tuhan dalam makanan lezat tersebut”

“Padahal faktanya, jika memang Tuhan tidak mengehendaki makanan itu milik kita, walau kita sudah menyuap makanan itu dan hampir masuk mulut, entah bagaimana caranya, tetiba makanan itu terjatuh, walau sudah di depan mulut kita, dan ternyata kita tidak mempunyai daya atas semua ini tanpa kuasa Tuhan, walau itu hanya sekedar memasukan makanan kemulut, tapi kebanyakan manusia tidak sadar akan hal ini”

“Jadi walau orang yang kamu ceritakan tadi disebut atheis, tetapi ternyata kita juga memiliki kadar atheis, karena sering lupa bahwa Tuhan itu ada, bahkan di setiap kedipatan mata, hembusan nafas dan detak jantung kita, Tuhan selalu berperan penting dalam menyelaraskan semuanya, tapi kadang sedang makan enak saja kita lupa untuk menghadirkan Tuhan dalam makanan dan diri kita”

“Itu lingkup kecil, belum yang sekala besar, misal menjadi seorang pemimpin, mengambil keputusan, peraturan undang-undang, kebijkanan ini itu tanpa melibatkan Tuhan di dalamnya, kita bisa juga menyebut bahwa dalam membuat peraturan itu, dia sebagai pemimpin yang sedang atheis, dan tentu kita tidak bisa menyebutnya, karena itu adalah hati masing-masing dia menghadirkan Tuhan atau tidak, tetapi ini hanya contoh saja”

“Jadi jangan mengatakan orang itu berbahaya, karena kita juga jauh lebih dalam keadaan bahaya, karena jika kita mengambil keputusan tanpa melibatkan Tuhan, itu sangat berbahaya dalam hidup kita sekarang maupun kedepannya, dan tentu penyesalan-penyasalan itu akan datang, dan sekarang mari kita cek ulang, berapa banyak keputusan dahulu-dahlu yang kita sesalkan, dan saat mengambil keputusan itu, apakah kita melibatkan dan menghadirkan Tuhan?”

Daplun, Gudal Dan Sapun mendengerakan dengan seksama, hanya cindil saja yang justru malah sedang asik bermain HP, entah itu facebookan atau twitteran, tidak mendengarkan sama sekali kesannya. dan Mbah cindil tentu sangat memaklumi kelakuan cindil, karena buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.

“Lalu jawaban atas pertanyaan tadi gimana mbah” tanya sapun

“Ya gak ada jawaban pasti dan benar, karena kebenaran dan kepastian hanya Tuhan yang mempunyai hak atas itu, tetapi kalo yang masalah setan dan nereka, ya karena Mbah percaya Tuhan ya Mbah serahkan ke saja, Tuhan mau bikin api panas, sejuk, dingin, anget-anget kuku, ya itu hak Tuhan, wong nabi ibrahim aja punya anomali atas api kok, dibakar gak mempan bahkan api terasa sejuk, Itu kan hak Tuhan, mau memanaskan apa mendinginkan Api”

“Terus kalo pertanyaan yang lain” gudal menimpali

“Yang 1 agama saja benar ? hemm… mbah ikut kiayi petruk, Swarga durung weruh… Neraka durung wanuhMung donya sing aku weruh… Uripku aja nganti duwe mungsuh ( surga belum lihat, neraka belum tahu, hanya dunia yang aku lihat, yang penting hidup jangan punya musuh )”

“Jadi intinya kalo kamu berdebat dengan orang atheis, mbah bilang jangan, kita dengan keyakinan kita, mereka dengan keyakinan mereka, kita yakin dengan apa yang tak terlihat oleh mata, mereka hanya meyakini oleh apa yang terlihat oleh mata, maka bagaimana dua hal bertolak belakang ini akan bertemu ? kita tetap berteman dengan keyakinan mereka sendiri-sendiri, dan FYI pertanyaan seperti itu, mbah udah denger dari 50 tahun yang lalu”

“Dan kita yang penting, mari kita menurunkan kadar atheis dalam diri kita, dalam kehidupan kita ini, sekecil apapun itu”

 

 

 

Artikel Lain

Jilbab menjadi fashion Malam itu dengan udara yang dingin khas sebuah kampung di pegunungan, sapun, cindil dan gudal sedang berkumpul di kamar cindil, mereka sebelumnya suda...
Kekacauan Indonesia Hanya Dapat Diatasi Oleh Jengk... Kenapa harus jengkol? hanya jengkol yang mampu mengembalikan bhineka tunggal ika dan kesaktian pancasila, jengkol mempunyai power seperti pidato bung ...
Kata Allahuakbar yang di berhalakan dan sunnah yan... Siang itu, udara sedang dingin, angin kencang dan hujan deras mengguyur desa cindil, cindil dan teman-temannya lagi asik usel-uselan di kasur yang sem...
Menjadi kaya, idaman bagi semua part 2 Cindil lama merenung dan mencari arti dari kejadian ini, tetapi cindil masih belum menemukan tujuan dan arti dari ini, kenapa utusan itu dengan gampan...
Terlahir Aneh, Aneh Karena Terlahir Ok setelah kemaern berhasil membangun sebuah blog, dan wow, dari bantuan seorang teman yang tinggi dan berambut gondrong akhirnya saya bisa mendapat t...

About Author

2 Comments

  1. kevin ardiandy on

    Galaxy note 4 saya kalau hidupkan stag dilogo terus restart logo lagi kenapa y bang?terus kalau dicolokkan kabel chasan bisa hidup kyk normal gt apakah masalahnya dibaterainya??mohon bantuannya

Leave A Reply