Cara cindil menyembuhkan kesurupan

2

Hari itu, cuaca agak kurang bersahabat, sebentar, cuaca tidak bersahabat ? oh tidak, kita yang tidak ingin bersahabat dengan cuaca, bukan cuaca yang tidak bersahabat, kita selalu ingin cuaca sekehendak kita, jika kita ingin hujan, maka ketika matahari bersinar terang, kita menganggap cuaca tidak bersahabat, jika kita ingin berpergian dan hujan, maka kita bilang cuaca tidak bersahabat, sebenarnya kita yang tidak bisa bersahabat dengan cuaca, bukan cuaca yang tidak bersahabat.

Baik mari kita ulangi, Hari itu, cuaca agak mendung-mendung gimana gitu, mau keluar takut hujan di tengah jalan, mau tidur-tiduran kok ya gk ngantuk, maka cindil memutuskan untuk duduk di teras sambil ngopi hitam kental dan tidak terlalu manis, sambil merokok dan mendengarkan lagu-lagu yang ada di list playlistnya, lagunya cukup aneh, playlist lagunya itu ada lagu-lagu jazz, lalu campur sari terutama waljinah dan didi kempot, lalu nanti ada lagi lagu-lagu baru jaman sekarang, nanti lagu-lagu tua, dan tentu tidak ketinggalan dangdut koplo.

Cindil menikmati suasana saat itu, hujan dan menghirup bau tanah basah, menyruput kopi dan nikmat sekali rasanya, mendengarkan musik sambil sekali-kali melihat cewek yang kebasahan di motor yang tentu nyeplak sana-sini, tapi kemudian semua itu sirna, hancur berantakan ketika temanya si Gudel dateng dengan tergopoh-gopoh.

“Ndil-ndil nggilani ( mengerikan ) ” dia dateng sambil menutup payungnya dan berdiri di depan cindil

“Ada apa ? ” jawab cindil

“Pokoknya mengerikan, tau gak si Marwah ?” tanya si gudel

“Ya tau, kenapa emang ”

“Doi kesurupan, sudah 3 hari belum sembuh, dan sudah berbagai macam dukun, kiyai, para normal, para medis, dan para para yang lainnya gak berhasil menyembuhkannya” si Gudel memaparkan kejadian sambil menyeruput kopi cindil

“Heh, cerita-cerita tapi kopiku jangan diminum seenaknya” jawab cindil

“Terus gimana, apa gak ada penangan lain” tanya cindil lagi penasaran

“Ya malah aku disuruh njemput kamu buat nyembuhin dia” Jawab gudel

“Lah-lah kok aku, aku gak bisa apa-apa, jangankan do’a do’a yang panjang, wong aku cuma bisa baca do’a mau makan dan mau tidur aja, makanya kerjaanku cuma makan dan tidur, kok sekarang suruh nyembuhin orang kesurupan, gak masuk akal”

“Lah ya disana terserah kamu, wong aku disuruh kok, ya aku nurut”

Orang-orang sering menganggap cindil sakti, sebab prilaku cindil yang kadang aneh, kadang dia sering menyendiri di tempat-tempat angker, bahkan pernah waktu cindil masih kecil, ada wanita perawan yang meninggal karena kecelakaan, dan semua orang pada ketakutan.

Malam harinya cindil hilang, di cari-cari orang tuanya kemana-mana, ternyata cindil berada di dekat pemakaman sambil menggali, orang-orang mengira cindil umur segitu sudah paham bahwa konon tali pocong perawan yang meninggal itu berkhasiat, akhrinya cindil di samperin warga di dekat kuburan itu, dan ternyata cindil sedang mencari jangkrik yang bagus buat di adu, semua orang mengira cindil paham hal-hal semacam itu dan faktanya cindil berfikiran lain.

Mungkin juga sekarang, seperti itu juga, cindil di anggap bisa mengatasi orang kesurupan, dan sekarang cindil berada pada posisi yang bingung, sedangkan dia sendiri memang sering bergaul dengan kiyai-kiyai, habaib, ustad-ustad bahkan sering mendebat mereka, tetapi untuk kemampuan itu cindil benar-benar tidak punya kemampuan itu.

“Ayo ndil, kamu mau gak mau harus kesana, orang-orang mengharapkanmu”


“Ya udah yuk kita tengok”

Setibanya disana, orang tua marwah menangis-nangis dihadapan cindil, sambil mengucapkan bahwa cindil tingal satu-satunya harapan, karena cindil terkenal dekat dengan ulama-ulama desa, bahkan hanya dia yang berani mendebat jika ada ulama yang gak beres, sehingga anggepan cindil sakti dari kecil semakin memperkuat dugaanya, dan cindil, hanya bisa menelan ludah sambil tersenyum kecut.

“Duh pak, saya ini gak bisa yang kaya gini, beneran yang kaya gini saya gak pernah belajar”

“Jangan merendah mas ndil, kami tau kok, banyak yang cerita kesaktian-kesaktianmu, banyak yang mengakui juga”

“Anjir, sapa ini yang bikin isu gak beres gini” cindil mengumpat dalam hati

“Ayo mas ndil, diliat si marwah”

Cindil dengan sangat lemas berjalan menuju kamar marwah, terlihat marwah yang sedang meraun-raung seperti macan, lalu beberapa saat tertawa, dan beberapa saat lagi menangis, dan meraung-raung, meronta-ronta, badan marwah sendiri sudah tidak karu-karuan lagi, 3 hari gak mandi dan dalam kondisi seperti itu, jelas hati cindil ciut, nyalinya hilang.

Karena dorongan dari semua orang yang ada disitu, kemudian cindil mendekati marwah dengan getir hatinya, dan ketika cindil mulai mendekati marwah, dia bingung, doa apa yang harus dibaca, dia hanya hapal doa mau makan dan mau tidur saja.

“Aduh gimana ini” cindil membatin

“Wis lah, sing penting yakin ” cindil mulai mencoba menguatkan hatinya

Lalu cindil menggenggam tangan marwah kuat-kuat sambil melotot, marwah balas melotot ke arah cindil, sambil di barengi suara yang sepertinya emosi.

Lalu cindil membaca doa “Allahumma barik lana fima razaqtana waqina athaban-nar”

Seketika itu, Marwah meraung, seolah-olah ketakutan, lalu brak, badanya terjatuh dan marwah pingasan, setelah beberapa lama akhirnya marwah siuman, dan ajibnya marwah telah sembuh, semua orang makin mengira cindil itu sakti, semua memuji cindil, dan cindil sendiri bingung harus bagaimana, setelah semuanya beres cindil berpamitan pulang.

Di tengah jalan, cindil melihat sosok seperti macan hitam yang menghadang cindil di tengah jalan, cindil nyalinya kembali ciut “jangan-jangan dia mau balas dendam, jangan jangan ini jin tadi yang menyurupi marwah”

Lalu cindil berusaha memberanikan diri, lalu tetiba macan itu tersungkur di depan cindil dan berkata “maafkan saya mas, maafkan saya, saya tidak lagi mengulangi keusilan saya terhadapat manusia, tapi tolong lepaskan anak saya, jangan makan anak saya”

Cindil ya tadinya takut, sekarang penasaran, “Lah siapa yang mau makan anakmu”

Lalu macan itu menjawab “Tadi anak saya iseng, masuk ke wadag ( badan ) manusia dan tidak mau keluar, setelah itu dateng sampean mas, lalu sampean baca doa mau makan, anak saya langsung ketakutan dan pergi, lalu bicara kepada saya sambil ketakutan, katanya ada manusia yang mau makan anak saya, atas nama anak saya tolong jangan di makan anak saya”

“Gak, gak, gak akan saya makan anakmu, ya udah kamu pergi saja”

“Terimakash mas”

Seketika macan itu pergi dari hadapan cindil, dan seketika itu cindil tertawa keras sekali, “hemm ternyata ada gunanaya juga doa mau makan dalam situasi seperti ini, coba kalo setan cewek, lalu aku bacakan do’a mau tidur, bisa jadi setannya ketakutan di kira mau saya tiduri” cindil bicara dalam hati sambil sedikit geli

Artikel Lain

Ketika mendengar lagu, otak manusia indonesia terb... Saya sudah sangat menyerah dengan para manusia modern di negeri ini, saya sangat kesal, marah, emosi, keki, jijik dll, semua yang saya rasakan hadir d...
Ciri-ciri makhluk jenius di facebook akhir-akhir i... Kali ini saya akan membahas tentang facebook, akhir-akhir ini banyak sekali perdebatan gak karu-karuan, dan aku sendiri sih kadang yang tertarik juga ...
Bahaya merasa paling Merasa paling, mungkin ini adalah sifat dasar bagi setiap makhluk hidup, merasa paling ada bermacam-macam konteks, seperit paling pintar, paling benar...
Para Pekerja Lapang Pekerja lapang, banyak macam-macam pekerjaan di lapangan, tetapi dari sekian banyak profesi pekerja lapang, hanya sekian persen saja yang di anggap di...
Balada facebook, setelah virus alay kini virus hoa... Para pembaca anaksantai.com dari golongan manusia yang manis-manis, ganteng-ganteng, cantik-cantik dan dan juga dari golongan jin yang kami anggap tem...

Share.

About Author

Super Admin

2 Comments

Leave A Reply