Celotehan Pancasila Bebek Nungging Zaskia Gotik

8

Kali ini aku akan membat sebuah postingan yang lagi ramai-ramainya di bahas, zaskia gotik guyon dengan celotehan sila kelima dari pancasila adalah bebek nungging, lalu media membuat berita dengan narasi-narasi yang terus memojokan artis semok tersebut, tapi tunggu dulu, mari kita berfikir jangan seperti manusia serius.

Tetapi sebelum lebih lanjut, maaf jika dalam artikel ini ada pihak-pihak yang tersinggung dengan tulisan saya ini, disni tidak bermaksud memojokan siapapun, atau mendiskreditkan pihak manapun.

Mungkin celotehan asal njeplak pendangdut semok yang menghipnotis penonton dengan pantatnya ya waduhaiii itu ada benarnya, karena mungkin saat asal ceplos tersebut secara kebeneran atau tak sengaja ada malaikat lewat yang memberikan sedikit wahyu padanya, jarang-jarang loh pendangdut semok bisa ngomong gitu yang dimana pantatnya sangat berharga.

Atau juga karena zaskia gotik paham keadaan masyarakat indonesia yang dimana pula bahwa sekarang manusia indonesia lebih menilai pantat dari pada suara ketika seorang menyanyi, bahkan asal lagu apa aja, karena memang sekarang lagu dangdut kebanyakan semua asal dengan musik yang hampir sama hanya saja judul yang berbeda, itupun judulnya asal-asalan semua, tidak seromantis dangdut jaman-jamannya mansur s atau rhoma irama, yang serat makna.

Mari kita maknai dalam-dalam keadaan indonesia sekarang ini, apakah pancasila sesakti dulu? apakah pancasila kehormatanya sebesar dulu? apakah nilai-nilainya masih sama seperti dulu, atau memang sekarang pancasila seperti di permainkan sehingga omongan asal njeplak zaskia gotik itu justru tamparan keras bagi kita semua?

Mari sejenak rubah cara berfikir kita, jangan kita berfikir akan kalimat saja, tetapi juga nilai-nilainya, apakah sekarang keadilan bagi seluruh rakhyat indonesia itu benar-benar ada? atau hanya dongeng yang tertulis dalam kalimat sakti pada salah satu pancasila indonesia? apakah kita benar-benar masih memegang teguh nilai-nilai dari seluruh isi pancasila terutama sila ke 5 yang sekarang lagi ramai di bincangkan karena pendangdut semok zaskia gotik sudah menukar dengan celotehan asalnya?

Sekarang karena pembahasan tentang zaskia gotik yang mengatakan pancasila kelima dengan bebek nungging tersebut maka saya dalam postingan ini akan  berfokus pada sila kelima tersebut.

Baik teman-teman yang santai ataupun manusia-manusia serius yang membaca postingan ini, sila kelima dari pancasila indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakhyat indonesia, itu secara rumus sewaktu pancasila masih sakti-saktinya, mari kita cermati lebih lanjut teman, apakah keadilan bagi seluruh rakhyat indonesia sekarang itu benar-benar dilakukan?

Kita sejatinya sadar, bahwa pancasila sekarang ini memang jadi bahan lelucon bagi semua orang, bukan hanya zaskia gotik, tetapi semua orang, jangan hanya kata-kata saja yang di jadikan permasalahan, bagaimana dengan orang-orang yang membuat lelcuon akan nilai-nilai dari pancasila tersebut? justru seharusnya kita lebih perhatian dengan orang-orang yang merusak nilai-nilai pancasila.

Kita tidak mempermaslalahkan orang-orang yang merusak nilai dari pancasila, terutama sila yang saya bahas di postingan ini, sila kelima, apakah indonesia benar-benar mengerjakan nilai dari pancasila itu? keadilan macam apa yang sekarnag kita punya? keadilan sosial? serangkaian kejadian yang ada di indonesia menujukan bahwa sila ke lima nilainya memang benar-benar sudah rusak.


Oh jangan sampai kamu bermasalah dengan pejabat atau anak pejabat, karena walaupun kamu benar, kamu pasti akan menjadi salah, lalu dimana letak kesaktian sila ke 5 dari pancasila jika seperti ini? oh jangan heran kalau kita lihat ketimpangan hukum, ketimpangan pangan, ketimpangan segala galanya dalam negeri ini.

lalu kita tarik garis lurus dengan celotehan zaskia gotik tersebut, keadilan sosial diindonesia memang seperti bebek nungging sekarang, karena jika kamu bukan orang yang kaya jangan harap kamu bisa mendapatkan kesetaraan sosial, kamu hanya akan menjadi bulan-bulanan dan akhirnya kamu akan menjadi seekor bebek nungging yang siap di sembelih kapanpun, lalu di cabuti bulunya dan siap di panggang dan di beri sedikit bumbu agar menjadi makanan bagi orang-orang kenyang yang kelaparan.

Disni saya bukan mau menghina pancasila, saya sangat menghormati pancasila, tetapi disni saya membahas tentang orang yang merusak nilai pancasila dan menjadikannya lelucon, saya mengajak teman-teman untuk lebih cermat, jangan hanya terfokus pada kalimat, tapi nilai kalimat yang harusnya di gunakan dalam hidup bernegara di indonesia itu, apakah itu benar-benar sudah di jalankan atau belum?

Baik, apakah orang-orang yang mencemooh zaskia gotik sudah benar-benar mengamalkan nilai dari pancasila ke 5 tersebut? apakah kita ini adalah orang yang adil terhadap sodara-sodara kita yang ada di indonesia, keadilan itu bukan hanya pemerintah terhadap rakhyatnya, tetapi juga sesama rakhyat indonesia apakah sudah saling bersikap adil? apakah kebebasan manusia untuk memilih agamanya juga sudah adil?

Jadi ingat akan kalimat seorang guru sepuh, Mh Ainun Najib atau cak nun dan saya sendiri memanggil dirinya dengan sebutan Mbah Nun, sebab Mbah nun adalah kiyai sepuh yang saya hormati, Mbah Nun mengatakan saat awal awal munculnya inul daratista, bahwa rakhat indonesia mukanya sudah pindah ke pantat, orang-orang lebih mementingkan pantat dari pada otak seorang cendikiawan, dan mereka mau membayar mahal untuk tiket nonton hanya untuk di pantati, sedangkan di pantati adalah seuatu penghinaan yang besar, dan ternyata justu membayar mahal agar di hina-hina, dan masih banyak uraian yang jika di tulis terlalu banyak disni.

Seharusnya celotehan zaskia gotik ini menjadi renungan bagi kita akan serangkain kejadian yang ada di negeri ini, berbagai macam tindakan ketidak adilan yang terjadi, entah itu di hukum, perpolitikan, atau antara sesama rakhyat. Atau jangan-jangan celotehan zaskia gotik itu adalah celotehan yang tidak sembarangan? apa karena memang zaskia gotik sangat memikirkan tentang indonesia sehingga dengan nada becanda tapi sesungguhnya beliau itu serius karena melihat keadaan di indonesia? atau justru beliau berceloteh seperti ini justru bahkan tidak tau sila kelima itu bunyinya seperti apa jadi asal keluar sesuai dengan karir itiknya yang beliau geluti?

Apakah sekarang pancasila benar-benar sakti seperti dulu? apakah celotehan zaskia gotik mewakili perasan setiap warga negara indonesia yang keadilannya sudah hilang? dan apakah waktu nyeplos seperti itu zaskia gotik berfikiran seperti ini?

Artikel Lain

Para Pekerja Lapang Pekerja lapang, banyak macam-macam pekerjaan di lapangan, tetapi dari sekian banyak profesi pekerja lapang, hanya sekian persen saja yang di anggap di...
Paradigma ngawur tentang lagu bob marley no woman ... Mungkin sudah banyak yang menuliskan hal ini, tapi pemikiran saya selalu berkecambuk ketika mendengar lagu bob marley yang satu ini ,tentang paradigma...
Menjadi kaya, idaman bagi semua part 2 Cindil lama merenung dan mencari arti dari kejadian ini, tetapi cindil masih belum menemukan tujuan dan arti dari ini, kenapa utusan itu dengan gampan...
Mari berdoa agar kita hidup pas-pasan Banyak orang yang mati-matian buat hidup berlebihan, padahal kita sekali makan tidak akan bisa habisin lebih dari 1 kg beras, padahal beli baju banyak...
Pekerjaan berat atau memberatkan pekerjaan? Kebahagiaan macam apa yang di harapkan para manusia? semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing, tanpa peduli terhadap suatu perkara kemanusiaan, b...

Share.

About Author

Super Admin

8 Comments

  1. Mslh saskia gotik ini lebih baik intropeksi diri aja… jgn krn dendam trs dijadikan permusuhan..alangkah indah,y klo qt bs berdamai kpda semua orang. TRMA KASIH

  2. suci febriyanti on

    Semuaa manusia pernah hilaf apa salahnya jika dimaafkan , yg namanya bercanda itu kan tidak sadar toh yg lebih parah dari zaskia aja bisa dimaafkan seperti korupsi dan lainnya

    • makanya mba suci, menurut saya pribadi, jgn cuma menegur orang yang menghina, banyak kok yg mengatakan dan menghina pancasila, terutama orang-orang fanaatik agama jaman skrg

Leave A Reply