Emansipasi dan Emansisapi, e m a n s i s a p i

0

Berkali kali cindil di protes oleh temen-temenya, terutama gudal dan sapun, yang selalu memprotes omonganya ketika mereka sedang asik membahas permasalahan di rumah cindil, ya rumah cindil
memang selalu menjadi perkumpulan para orang-orang, terutama orang-orang yang sedang menjadi pengangguran, paling asik nongkrong di rumah cindil, memang orang tua cindil sangat santai,
orang tua cindil tidak pernah protes ketika teman-temannya teriak-teriak karena mendebatkan sesuatu yang seringnya debatan itu adalah tidak penting, seperti emansipasi dan emansisapi.

“cuk emansipasi, E M A N S I P A S I, emansipasi gitu aja gak bisa !” gudal gemes ke cindil yang selalu salah mengucapkan.
“E M A N S I P A S I, emansisapi” cindil menirukan
“iki temenmu dal, parah tenan, masa emansipasi dibilang emansisapi, dan gak pernah bener ngomongnya” sapun juga sedikit kesal,

“Kamu itu gak pernah menghargai perjuangan R.A kartini ndil, ngomong emansipasi aja gak bisa!” sergah sapun yang sewot

“gak menghargai gimana bro? lah emang lidah dan cocotku jadi emansisapi kok! hatiku juga berkata demikian kok! eman si sapi!” cindil menimpali
“cocotmu ndil, cocot opo kui, ya kamu harusnya jadi orang sedikit modern”

“loh bukannya jaman modern emang menjadi emansisapi?”
“apa maksudmu ndil”

“loh jelas-jelas jaman sekarang, perjuangna kartini sudah jauh dari apa yang beliau maksudkan kok, perjuangan penyamaan antara pria dan wanita itu mustahil”
“lah kamu kok gitu? emang kan pria dan wanita itu seharusnya setara, gak ada yang salah kan akan hal itu”

“jangan bilang wanita dan pria itu setara, mereka mau dibawa kemanapun, tidak akan bisa setara, karena apa fungsi mereka saling melengkapi, bukan saling bersaing, lihat sekarang
apa yang terjadi? justru pria dan wanita itu saling bersaing, melengkapi bukan hanya antara individual, tapi juga kelompok, atau bahkan dalam kenegaraan, tugas pria dan tugas wanita kodratnya berbeda
kalo mau disama ratakan, itu tidak mungkin bisa, secara naluri, sikap, serta orientasi pemikiran saja mereka berbeda” cindil menghisap rokoknya dalam-dalam

“jancuk tenan, kamu ngomong induvidual, orientasi lancar tapi ngomong emansipasi jadi emansisapi!” sapun masih emosi

“cuk, kamu denger penjelasanku gak sih tadi? sekarang persamaan antara pria dan wanita semakin heboh di seluruh dunia, padahal itu tidak mungkin terjadi, tidak bisa disamakan,
ok mungkin dalam beberapa hal bisa disamakan seperti pendidikan dan hak asasi, cuma untuk sebuah kehidupan, wanita dan pria itu mempunyai peran dan tugas masing-masing, sedangkan jika dalam kehidupan di sama ratakan, timpang dunia ini, terkadang ada kalanya wanita harus diatas,dan ada kalanya pria harus diatas, sekarang? pria dan wanita semua ingin diatas”

“masalah perkerjaan saja, sekarang seorang wanita akan lebih gampang mendapatkan pekerjaan dari seorang pria, lah ini membuat kestabilisasian kehidupan akan goyang, bagaimana tidak seorang pria akan di tuntut menghidupi keluarganya, sedangkan seorang wanita memang di tugaskan menjaga anak-anaknya dirumah, untuk masalah pendidikan aku sangat setuju jika disamaratakan,
sebab, kualitas seorang anak, memang di tunjukan bagaimana cara seorang ibu mendidik dan mengajar anak itu”

“sedangkan jaman sekarang, sebuah emansipasi itu kebablasan, sudah sangat berlebih-lebihan manusia emansipasi, bahkan sudah tidak jarang seorang istri yang berani terhadap suaminya, ini sangat keliru,
bahkan dalam keyakinan kita, sebagai orang islam dan orang jawa, adat dan agama kita itu mengajarkan untuk seorang istri patuh dan taat kepada suami selama ajaran suami itu benar, lah jaman sekarang seorang suami bahkan tidak ada hak untuk ngomong terkadang”

“dunia sudah terlalu kebablasan dalam emansipasi bahkan sangking babalasnya, sekarang seorang pria malas bekerja dan membiarkan seorang istri bekerja sambil ngurusin anak-anaknya, ini kebablasan juga,
sering kan kita lihat, para bapak-bapak asik ngobrol dengan bapak lainnya, ngerumpi ini dan itu, sedangkan ibunya sibuk kerja ini juga menjadi ketimpangan kehidupan”

“padahal untuk kesetaran sangat jauh berbeda peran antara wanita dan pria, wanita memiliki jiwa yang lembut, wanita seperti bumi, sedangkan pria seperti langit, mereka ada agar manusia dapat hidup diantara bumi dan langit
seperti idiom jawa, bahwa ibu bumi bopo angkoso ( ibu bumi bapak angkasa) lah, sekarang akan terjadi kiamat jika bumi dan langit itu setara, bukannya kiamat akan seperti itu? bumi dan langit akan bertabrakan”

“kok ngeri ndil samapai kiamat” gudal menimpali

“yo jelas akan terjadi kiamat jika wanita dan pria di setearakan dengan kebablasan seperti ini, ingat seorang anak yang menangis hanya akan bisa di tenangkan oleh seorang ibu!”.

“ah gak juga ndil, anaku sering diem kalo aku gendong pas nangis” sapun menimpali

“loh, masalah gendong itu sebuah tindakan, toh itupun gendong kalo ada ibunya baru anakmu diem, coba gak ada ibunya, masih nangis dia, okey, contoh paling nyata aja, tidak ada anak yang nangis manggil bapakkkk, bapaaakkk. setiap anak yang nangis pasti manggil ibunya entah itu ibuuuuu..!!!, ibuuuuu..!!!, atau mamaaaaaaa..!!! mamaaaa..!!!, pasti anak akan seperti itu”

“disini lah, terkadang peran ibu harus diatas bapak, terkadang juga peran bapak harus diatas ibu, saling melengkapi, bukan sejajar dan harus sama, tapi otak manusia modern itu memang sudah tidak mempunyai naluri alami sebagai manusia,
mereka sibuk, mereka takut tidak makan, mereka takut tidak hidup enak, makanya seorang ibu harus bekerja, padahal anak sangat perlu diperhatikan seorang ibu selama 24 jam, tangan pria itu keras, jika memeluk anak, anak merasa kurang nyaman,
beda dengan tangan seorang wanita, lembut dan penuh kasih sayang, tetapi kuat, sehingga pelukanya mampu menenangkan, bahkan mampu untuk menggendong anak itu”

“wanita kuat? haha gak lah wanita tetep lemah” gudal menimpali
“loh wanita itu kuat, seharusnya kuat, mampu menggendong anaknya seharian, sedangkan bapak, 2 jam saja udah ngerasa capek, tanya sapun kalo tidak percaya”

“iyo ta pun”
“iyo eh ndil, kadang aku gendong sejam aja udah capek banget”

“nah teman-teman, kesetaraan yang sesunggunya itu bukan pria harus sama dengan wanita, emansipasi yang di ajarkan kartini juga bukan seperti itu, maksud kartini emansipasi wanita itu
wanita harus di beri hak asasi yang sama dalam hidupnya, bukan berarti tindak tanduk kehidupannya harus sama seperti pria, itu tidak mungkin dan tidak akan bisa”


“Seorang pria berperan sebagai pemimpin, itu di tunjukan langsung oleh Gusti Allah dengan cara tidak ada nabi yang wanita, lihat semua nabi itu pria, tetapi wanita akan menjadi penopang dari kenabian itu,
seperti siti khotijah, dulu ketika kanjeng nabi muhammad baru menerima wahyu, beliau mengggil kedinginan, tetapi badannya sangat panas, disitu peran khotidjah, khotidjah mengompres beliau lalu memeluknya dengan kasih sayang,
sehingga waktu itu nabi muhammad menjadi tenang, disitulah peran wanita dalam kehidupan, mampu menenangkan anak dan suaminya”

“sedangkan ingat cerita eyang nabi adam? kenapa nabi adam sampai makan buah khuldi? karena rayuan dari siti hawa, nah disini semau itu petunjuk, walau pria itu seorang pemimpin, tapi wanita mempunyai hak secara langsung atau tidak langsung, untuk ikut berperan dalam kemimpinan seorang pria, itu yang di sebut emansipasi, bukan berarti seorang wanita harus jadi presiden, seorang wanita harus bekerja, seorang wanita menjadi pemimpin rumah tangga
itu salah kaprah dan keliru kalo menurutku”

“lihat lagi, rumah tanpa seorang wanita, akan terlihat sepi dan kotor, jika hanya di isi seorang pria, disini tugas wanita sangat penting, contoh yang sering kita lihat, bandingkan kebersihan kost-kostan pria dan wanita
disana lebih hidup dan bersih kost-kostan wanita kan?”

“bentar ndil, kok dari tadi kamu ngomongin wanita, lah tugas pria apa?” protes sapun

“loh kamu itu pria, kita pria ngapain aku perlu menjabarkan tugas pria?”

“loh bukan gitu, kan biar para pembaca wanita tau tugas pria”

“tugas pria sebenernya gini, wanita bisa multitaksing dalam segala hal, pria tidak bisa melakukan multitaksing seperti itu, keindahan seorang wanita itu akan terpancar ketika sedang memasak, sambil menggendong anak, itu juga masih sempat untuk menyapu lantai, wah luar biasa pemandangan itu, itu juga yang sering di lakukan ibuku, tapi tidak wanita modern sekarang”

“satu hal yang bikin miris dalam hidup ini adalah, kok jaman sekarang cewek-cewek itu jarang yang bisa masak, ini beneran sudah kronis sekali, sudah terlalu berbahaya jika seorang wanita itu tidak bisa memasak. Padahal, kebanggaan seorang anak nantinya akan ada dimana ketika cerita ke teman-teman, masakan ibuku wuenak loh, coba kamu main-main ketempatku, makan masakan ibuku”

“anak-anak tidak akan membanggakan, ibuku loh seoarang manager perusahaan besar, dia selalu dapat membelikan saya mainan-mainan bagus, oh itu tidak bisa dibanggakan oleh seorang anak kepada teman-temannya”

“mana keelebihan pria???” sapun makin geram

“”ingat dulu mbah ronny pernah bilang kan, kalo misal kamu pengen malkukan usaha dan pekerjaan, minta ridho ke bapakmu tapi ketika kamu menginginkan sebuah ilmu, minta ridho kepada ibumu, nah disini seharusnya anak kuliahan bisa berfikir anak kuliahan gak usah lah mengerjakan skirpsi dan lulus kuliah itu bertujuan untuk kerja, untuk menjadi intelektual, untuk menjadi pejabat, udah singkirkan hal seperti itu, justru itu tidak kuat, jika seorang kuliahan menginginkan kelulusan
kuliahnya untuk membahagiakan ibunya, ini akan sangat kuat, dan pasti akan cepat lulus, cuma kan metode ini tidak pernah di pakai ama orang jaman sekarang”

“berbedaan yang mendasar dari seorang ibu dan bapak adalah seperti ini, misal anakmu menderita, seorang ibu akan langsung menangis dan memeluknya apapun itu, tapi beda dengan seorang bapak, seorang bapak akan tetap tega dan tegar melihat anaknya menderita, jika penderitaan itu akan membuat anaknya lebih kuat, disini begitu lembutnya hati seorang wanita, ketegasan juga tidak sesempurna pria, makadari itu pria yang menutupi salah satu hal ini”

“contoh pas kamu sunat dulu, ibumu menangis tersedu-sedu ketika kamu kesakitan waktu di iris-iris anumu kan, tapi bapakmu, tegar sambil elus-elus kepalaku dan bilang “pria harus mengalami rasa sakit untuk mendapatkan kenikmatan sejati”

hahaha, kamu pasti paham maksud kenikmatan sejati itu kan pun !”

“hahahaha” sapun dan gudal tertawa bebarengan

“asu tenan koe ndil, asu. terus pie lagi?”

“hati wanita sangat lembut, mereka mudah meleleh, tapi jangan salah, lelehan dari itu akan menjadi partikel-partikel bahkan atom-atom kecil yang dapat memasuki pori pori terkecil dari hati karang seorang pria sehingga hati pria akan di penuhi oleh atom-atom hati wanita, disini pria akan luluh”

“balik lagi ke emansipasi kebablasan tadi ndil” gudal menyela

“ya emansipasi memang sudah kebablasan kok, lihat tempo hari, tahun 2009 atau 2010 ya aku lupa, ada seorang keluarga polisi dimana istrinya adalah polisi dan suaminya polisi juga, sayangnya disini pangkat istrinya lebih tinggi ketimbang suaminya, apa yang terjadi? suaminya tertekan, entah penekanan dari suaminya atau kesatuannya, akhirnya suaminya stress lalu membunuh istrinya setelah itu dia bunuh diri dengan pistolnya, disini ketimpangan kehidupan terjadi? itu hanya 1 contoh, dan di dunia ini pasti banyak contoh-contoh lain”

“kesimpulannya adalah, wanita tidak mungkin bisa sejajar dengan pria, wanita mempunyai kelebihannya sendiri begitu juga pria, makanya dalam melakukan hubungan intim, kadang pria diatas kadang pria dibawah, bukan begitu pun?”

“kok sampai kesitu situ ndil”

“lah disini sudha menujukan kok, secara naluris saja sebenernya wanita dan pria itu harus bekerja sama dengan porsi kemampuannya masing-masing, pria dan wanita tidak akan bisa setara tapi pria dan wanita akan bisa saling melengkapi, sedangkan emansipasi jaman sekarang terutama di kota-kota besar cenderung membuat seorang wanita menjadi sosialita”

“sedangkan orang-orang desa, dari jaman dahulu sebelum ada emansipasi, sudah bekerja di sawah, bekerja ini dan itu tanpa ada kata emansipasi, sudah ada emansipasi dalam dirinya, dan itu tentu membantu suaminya bekerja disawah, jadi kesadaran emansipasi itu bukan terletak pada seperti apa kamu ngomongin emansipasi, tapi setahu mana kamu batasan dan cara kerja emansipasi dan ini sudah ada dalam aktifitas kehidupan ibu-ibu di desa”

“dan ingat, Gusti Allah sudah menuntun kita bahwa seorang pria itu pemimpin, dengan memberi petunjuk ketika sholat, seorang wanita tidak boleh menjadi imam seorang pria, ini bukan berarti anti emansipasi justru dalam sholat itu sangat emansipasi, karena dalam sholat walau wanita menjadi ma’mum seorang pria, tapi wanita mempunyai cara sendiri dalam sholatnya yang berbeda dengan pria, seperti gerakan takbiratul ihram, sujud dan gerakan lainnya, ada beberapa yang berbeda kan? jadi walau kamu di imami seorang pria, kamu juga berhak untuk menentukan berbedaan gerakanmu sendiri dalam hidupmu, yang masih sesuai dalam sholat kehidupanmu itulah ajaran gusti Allah dalam sholat tentang emansipasi wanita”

“eh pun” sela gudal
“opo dal”
“kok si cindil tadi bisa nomgong emansipasi banyak banget ya, bahkan tadi banyak nyebut emansipasi, woi ndil opo maksudmu?”

“hahaha, maksudku ya emang emansisapi bukan emansipasi cuk!”

Artikel Lain

Kekacauan Indonesia Hanya Dapat Diatasi Oleh Jengk... Kenapa harus jengkol? hanya jengkol yang mampu mengembalikan bhineka tunggal ika dan kesaktian pancasila, jengkol mempunyai power seperti pidato bung ...
Ngiseng, Boker, Modol Dan Sinonim lainnya Semua orang pasti punya hobi ini, hobi ngiseng atau boker atau modol dan nama lain-lain yang masih mempunyai arti sama, tetapi pernahkah kita sedikit ...
Baby sitter jahat atau orang tuanya ? Indonesia kembali heboh dengan kejadian seorang pengasuh anak atau baby sitter bernama muityah terdapat menganiyaya anak majikannya atau ndoronya ! ka...
Memaknai Video Klip Dan Lirik Lagu Letto Yang Berj... Kemaren kami sudah memaknai lirik lagu bob marley yang no woman no cry disni, dan kali ini kami akan memaknai lirik lagu yang di ciptakan oleh band in...
Cara cindil menyembuhkan kesurupan Hari itu, cuaca agak kurang bersahabat, sebentar, cuaca tidak bersahabat ? oh tidak, kita yang tidak ingin bersahabat dengan cuaca, bukan cuaca yang t...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply