Kubimbing engkau kesurga adalah kalimat tersombong

0

Kali ini dengan sangat terpaksa dan sangat amat rendah hati, saya akan menulis tentang agama, perlu di ingat, saya sangat amat takut nulis tentang agama, kenapa? karena saya paham bahwa nulis agama itu resikonya sangat berat, selain resiko tanggung jawab dunia, juga ada tanggung jawab akhirat, tetapi untuk hal yang satu ini, saya rela melawan batasan-batasan resiko ini, karena saya sudah terlalu lelah melihat orang-orang sombong di tanah nusantara ini.

Apa yang saya tulis ini mungkin tidak mempunyai dalil, tidak mempunyai hadist yang sahih seperti para ustad-ustad di media sosial yang pandai mengcopas dalil, sungguh saya tak mampu untuk mengcopas-copas dalil-dalil karena memang pada dasarnya saya sendiri tak hapal dalil-dalil itu sehingga saya tidak berani untuk asal copas, tulisan disni murni dari buah pemikiran saya, ya yang mungkin memang hasil dari sesuatu yang saya pelajari dalam hidup saya.

Demikain kata pengantar, mari kita kembali ke topik awal, mungkin bagi para cowok jaman sekarang memodusin perempuan adalah sebuah keharusan, entah itu modus dari tindakan, modus dari perkataan atau modus dari agama itu sah-sah saja, tetapi menurut pemikiran saya ada beberapa kata yang harus di hindari dari modus-modus para cowok untuk wanita, diantaranya kata Kubimbing engkau ke surga.

Kenapa harus di hindari? bukankah itu kata-kata yang sangat islami ? bukankah emang kewajiban cowok menuntun kesurga? oh sebentar, mari kita amati kalimat tersebut, Kubimbing engkau ke surga, amati, cermati dan hayati kalimat tersebut, apakah kita sudah yakin akan masuk surga, sehingga kita akan membimbing orang lain untuk masuk surga? bahkan nabi muhammad sendiri tidak pernah mengucap kalimat tersebut walau beliau sendiri sudah di pastikan masuk surga.

Membimbing adalah kalimat dimana kita sudah tau tentang situasi, kedaaan, jalan, tempat dimana kita akan mebimbing orang tersebut menuju hal-hal tersebut, jadi jika kita mengatakan membimbing engkau ke surga, berarti kita sudah  harus paham keadaan, jalan dan pernah berada di surga, sedangkan ketika kita merasa tahu jalan kesurga adalah salah besar.

Kenapa salah besar jika orang merasa tahu jalan menuju surga? sebab dalam sholat kita, kita selalu membaca alfatiah dan di dalam surat alfataiah terdapat ayat yang berbunyi, ihdinas siratal mustaqim yang artinya tunjukan kami jalan yang lurus, jalan yang benar. Disni dalam surat ini, bahkan Allah mengajarkan kita untuk selalu rendah hati dan merasa selalu merasa salah, karena memang kita tidak pernah mungkin benar, sehingga kita selalu memanjatkan kalimat itu  ketika berdoa.


Dan sekarang jika kita mengucapkan kalimat kubimbing engkau ke surga, ini jelas lawan dari kalimat tunjukan kami jalan yang lurus, karena kita sudah merasa bahwa kita berada dijalan yang lurus dan akan masuk surga dan bahkan kita bisa mebimbing orang lain mengikuti kita.

Mari berkaca pada nabi luth, beliau sorang nabi yang sudah pasti masuk surga, tetapi beliau saja gagal mebimbing istrinya untuk masuk surga, bahkan istrinya masuk dalam salah satu orang yang durhaka, apakah kita melebihi hebatnya nabi luth, alimnya nabi luth, ta’dimnya nabi luth sehingga dengan gagah berani mengucapkan kalimat tersebut?

Mari berkaca lagi kepada nabi nuh, beliau sorang nabi tetapi beliau tidak bisa membimging anaknya untuk mengikuti jalan beliau, disni kita harus berkaca bahwa tak ada seorangpun yang berkuasa atas diri siapapun untuk memasukan orang tersebut ke surga walaupun nabi-nabi pilihan Allah S.W.T sendiri, dan yang berhak menentukan orang masuk surga atau tidak adalah Allah S.W.T itu sendiri.

Tidakah kita berkaca pada iblis, iblis dahulu kala adalah penghulu para malaikat, ahli ibadah, bendaharawan surga, karena kesombonganya yang menganggap dirinya paling tinggi dan paling pantas disurga maka justru itu yang membuat dirinya menjadi iblis yang kita kenal sekarang, saya tidak akan bercerita terlalu banyak di postingan ini, mungkin lain kali tentang iblis, kalo ilmu saya sudah cukup.

Nabi muhammad S.A.W sendiri dalam sholatnya selalu membaca alfatiah yang salah satu ayatnya bermakna tunjukan kami jalan yang lurus, nabi muhammad mengajarkan kerendahan hati, bahwa sesungguhnya kita semua itu pasti dalam keadaan salah, selalu mencari jalan yang lurus karena kita buta akan jalan yang lurus maka kita meminta petunjuk.

Berbeda dengan kalimat sombong itu, kubimbing engkau kesurga, ini seolah-olah kita sudah pasti masuk surga, dan kita akan mebimbing orang-orang untuk masuk surga, sama seperti cerita iblis diatas.

Ini tidak saya tunjukan untuk para pria saja, tetapi untuk para wanita yang selalu merindukan orang yang mampu membimbing ke surga, saya tegaskan, tidak ada satu orangpun yang dapat membimbing kita ke surga kecuali nabi muhammad wahai para perempuan, yang ada hanya orang yang mencari jalan, orang yang belajar untuk berjalan menuju surga.

Demikan unek-unek saya, sebenernya saya sangat takut bikin artikel ini, takut salah dan lain-lain, jika memang bagi pembaca artikel ini sangat salah, maafkan saya karena keterbatasan ilmu saya dan berani-bernainya bikin artikel seperti ini, semoga dimaafkan.

 

 

Artikel Lain

Emansipasi dan Emansisapi, e m a n s i s a p i Berkali kali cindil di protes oleh temen-temenya, terutama gudal dan sapun, yang selalu memprotes omonganya ketika mereka sedang asik membahas permasa...
Baby sitter jahat atau orang tuanya ? Indonesia kembali heboh dengan kejadian seorang pengasuh anak atau baby sitter bernama muityah terdapat menganiyaya anak majikannya atau ndoronya ! ka...
Paradigma ngawur tentang lagu bob marley no woman ... Mungkin sudah banyak yang menuliskan hal ini, tapi pemikiran saya selalu berkecambuk ketika mendengar lagu bob marley yang satu ini ,tentang paradigma...
Ciri-ciri makhluk jenius di facebook akhir-akhir i... Kali ini saya akan membahas tentang facebook, akhir-akhir ini banyak sekali perdebatan gak karu-karuan, dan aku sendiri sih kadang yang tertarik juga ...
Pekerjaan berat atau memberatkan pekerjaan? Kebahagiaan macam apa yang di harapkan para manusia? semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing, tanpa peduli terhadap suatu perkara kemanusiaan, b...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply