Mari berdoa agar kita hidup pas-pasan

1

Banyak orang yang mati-matian buat hidup berlebihan, padahal kita sekali makan tidak akan bisa habisin lebih dari 1 kg beras, padahal beli baju banyak-banyak yang di pakai juga bakal tetep satu, dan masih banyak padahal-padahal yang lain, lalu buat apa kok ya sampe ngoyo cari sesuatu yang lebih, bahkan mati-matian, kalo gak mati ya mati-in.

Padahal kita ketika bertemu teman lama atau saudara jauh yang di tanya gak “berapa tabunganmu?” atau “sudah punya apa aja kamu?” tapi pasti di tanya “gimana kabarmu” dan kamu pasti akan jawab “aku baik-baik aja” padahal hatimu gak baik-baik aja, hatimu penuh ego dan hasrat sehingga agak sedikit sakit, padahal jika kita gali lebih dalam, makna dari pertanyaan itu sangat penuh makna.

Kenapa kok dari dulu jika ketemu orang selalu di tanyakan kabar? bukan udah bisa apa aja, atau udah punya istri berapa atau yang sesuai dengan materi-materi yang di punya, ternyata nenek moyang kita dari dulu menanyakan kabar jika ketemu orang karena pasti tahu, jika orang baik-baik saja atau dalam keadaaan sehat, maka kita sudah pasti bisa melakukan apa saja, jadi kalimat tanya “apa kabar?” sudah mewakili semua-muanya jika jawabanya “aku baik-baik aja”.

Nah sebenernya hidup juga seperti itu, kita sebenernya perlu hanya fokus pada 1 hal dan kita akan mendapatkan semuanya, tidak perlu ngoyo-ngoyo atau mati-matian buat mendapatkan seseuatu, ada rumus 1 hal itu yang bisa kita gunakan, hanya dengan 1 hal ini kita bisa mendapatkan semua yang kita miliki, dan ternyata rumus itu adalah sesederhana pertanyaan “apa kabar?” itu sendir.

Rumus itu adalah bahwa kita tidak berlu berharap hal yang berlebihan, cukup berdoa kepada Tuhaan dan berusaha semampu kita agar hidup kita pas-pasan saja, maka dengan kita hidup pas-pasan nanti kita akan mendapatkan segala hal yang kita inginkan, justru akan sangat mudah, tidak perlu kita berdoa agar menjadi kaya raya, beerpangkat tinggi, berkdedukan, terhoramat dan do’a do’a panjangn lainnya, cukup berdoa agar hidup pas-pasan saja.

Dalam hidup pas-pasan kita akan tahu persis porsi-poris atau kapastias hidup kita, belum tentu orang yang punya duit banyak itu sesuai kapastiasnya untuk mengolah banyaknya duit yang dia punya, misal kapastias kemampuan kita hanya bisa memanage duit 100 juta, maka jika kita punya duit 1 milliar, kita akan bingung dan mungkin akan lebih banyak di gunakan untuk hal-hal yang tidak berguna karena duit justru lebih banyak dari kapastias dan kemampuan kita untu mengolahnya.

Hidup pas-pasan itu enak, kita bekerja sesuai kemampuan kita, jika kita sedang malas bekerja maka berhentilah bekerja, tapi jika kita sedang semangat-semangatnya bekerja, maka bekerjalah sampai kita malas, tentu hal ini tidak bisa di terapkan pada orang-orang yang mati-matian cari lebih dalam hidupnya, karena ini hanya bisa di kerjakan oleh orang-orang yang selow, orang orang yang nyantai, seperti anaksantai.com.


Banyak orang yang justru ketika mempunyai materi yang lebih justru tidak bisa menikmati materi tersebut, hidupnya hanya fokus bekerja, fokus mencari lebih dna lebih, dia sampai lupa berapa lebih yang dia punya sehingga dia sendiri tidak bisa menggunakan hasil lebihnya itu karena takut berkurang kelebihannya itu sendiri, dan sungguh betapa tidak enaknya hidup seperti ini kan.

Hidup yang enak itu hidup yang bisa menikmati hidup itu sendiri, sedangkan jika kita bekerja, kita bukan menikmati hidup, kita sedang menjalankan hidup, dan orang-orang yang berfikiran agar mendapatkan lebih dalam hidupnya, sudah bisa dipastikan tidak bisa menikmati hidupnya, bahkan dengan slogan “waktu adalah uang” justru orang yang seperti itu tidak bisa menikmati waktunya dengan sebaik-baiknya, karena hidupnya akan selalu terburu-buru dan di kejar oleh waktu, betapa tidak enaknya hidup seperti ini bukan?

Bahkan yang paling parah dari pikiran berlebih-lebihan adalah banyak orang yang setuju dengan motivasi entah berasal dari otak siapa yang akhirnya keluar dengan kata kata “aku sadar aku orang tidak punya, maka aku bekerja keras agar aku bisa membayar orang-orang yang menghina saya” wah wah sungguh itu pemikiran orang yang nantinya akan tidak tentram hatinya.

Orang-orang seperti ini yang nantinya akan lupa siapa dirinya karena hidupnya hanya terfokus untuk mencari lebih dalam hidupnya, dan tentu motivasi utamanya adalah dendam, lalu bagaimana caramu membayar mulut orang yang menhinamu? sungguh kita tidak akan bisaa membayar mulut-mulut orang yang telah menghina kita, jangkan mulut orang lain, bahkan mulut kita saja kita tidak punya hak apa-apa, buktinya terkadang mulut kita keluar kata-kata yang tidak kita sadari, mending kalo kata-kata yang tidak kita sadari itu baik, seringnya kata-kata yang akan menyakitkan orang lain.

Oleh sebab itu, saya dengan tulisan ini mengajak teman-teman untuk belajar hidup pas-pasan, karena seperti yang sudah dijelaskan diatas, hidup pas-pasan itu sama seperti pertanyaan “apa kabar” dengan satu rumus kita bisa mendapatkan semuanya, loh kok bisa hidup pas-pasan kita mendapatkan semuaanya? makanya perhatikan kalimat pertanyaan apa kabar tadi, jelas-jelas jika kita menanyakan “apa kabar?” dan dijawab “baik” pasti semua akan baik-baik saja, sudah pasti bisa mencari nafkah untuk makan, sudah pasti bisa melakukan aktifitas-aktifas lain karena sehat tersebut dan tidak perlu bertanya untuk yang mendetail.

Nah persamaan dengan hidup pas-pasan adalah seperti ini, jika kita hidup pas-pasan misalnya jika ingin makan uang kita pas untuk beli makanan, jika kita ingin membeli mobil maka uang kita pas untuk beli mobil, jika ingin membeli rumah uang kita pas untuk membeli rumah, jika kita ingin membeli lamborginhi uang kita pas untuk membelinya, jika kita ingin membeli pesawat pribadi uang kita pas untuk membeli peesawat pribadi, dan mungkin jika ingin membeli jasa NM dan PR uang kita juga pas.

Nah jadi mulai sekarang mari belajar hidup pas-pasan, nikmat bukan hidup pas-pasan saja?

Artikel Lain

Emansipasi dan Emansisapi, e m a n s i s a p i Berkali kali cindil di protes oleh temen-temenya, terutama gudal dan sapun, yang selalu memprotes omonganya ketika mereka sedang asik membahas permasa...
Celotehan Pancasila Bebek Nungging Zaskia Gotik Kali ini aku akan membat sebuah postingan yang lagi ramai-ramainya di bahas, zaskia gotik guyon dengan celotehan sila kelima dari pancasila adalah beb...
Para Pekerja Lapang Pekerja lapang, banyak macam-macam pekerjaan di lapangan, tetapi dari sekian banyak profesi pekerja lapang, hanya sekian persen saja yang di anggap di...
Terlahir Aneh, Aneh Karena Terlahir Ok setelah kemaern berhasil membangun sebuah blog, dan wow, dari bantuan seorang teman yang tinggi dan berambut gondrong akhirnya saya bisa mendapat t...
Sana yang natalan, kok yang ribut sini? Warning : Artikel ini tidak ada maksud sara sama sekali, jadi tolong baca baik-baik, artikel ini tidak ditujukan memojokan pihak manapun, tetapi cuma ...

Share.

About Author

Super Admin

1 Comment

Leave A Reply