Memaknai Video Klip Dan Lirik Lagu Letto Yang Berjudul Sandaran Hati

7

Kemaren kami sudah memaknai lirik lagu bob marley yang no woman no cry disni, dan kali ini kami akan memaknai lirik lagu yang di ciptakan oleh band indonesia, yaitu band letto, tetap sebelum kita bedah lebih lanjut, silahkan lihat dan tonton video klipnya terlebih dahulu.

 

Berikut adalah video klip dan lagu Letto

 

 

Makna Video Klip Menurut Saya

 

Setelah saya nonton video klip ini jadi sedikit terenyuh, ada 3 orang model disana 2 wanita dan 1 pria, di video ini si pria ini mencintai 1 wanita tetapi wantia yang satunya selalu mencari perhatian ketika si pria ini ingin menujukan cintanya ke wanita yang di cintai, dan pada bagian tengah video, si pria mulai menikmati keterlenaanya terhadap wanita yang selalu mencari perhatiannya, dan si wanita yang di cintaipun mulai menyendiri sepi.

Tetapi setelah keterlenaanya terhadap wanita yang mencari perhatian pria itu, si pria ini kembali ke si wanita yang di cintainya dengan kursi roda. telah terjadi suatu musibah yang membuat si pria ini lumpuh ya itu tertabrak mobil, dan wanita yang selalu mencari perhatian meninggalkan pergi setelah dia lumpuh ( entah si pria yang meninggalkan atau wanita yang meninggalkan ) atau si pria memutuskan untuk kembali ke wanita yang di cintainya setelah dia lumpuh.

Dan di akhir video tersebut, setelah si pria ini kembali ke wanita yang benar-benar di cintainya, mereka bisa hidup sampai tua dan bisa tersenyum bahagia waktu melihat tempat dimana kisah ini di mulai.

Baik demikian sedikit diskripsi saya mengenai video klip tersebut dan mari kita maknai video klip tersebut, ini belum tentu benar karena saya memaknai secara pemikiran saya atas respon dari otak saya setelah melihat video klip tersebut, mungkin akan sangat terjadi kesalahan dalam pemaknaan dan mungkin bahkan tidak amat sangat sesui, dan berikut pemaknaan dari saya.

Cerita ini mengingatkan kepada manusia yang hidup di dunia, pada dasarnya manusia selalu ingin dekat dengan tuhannya, tetapi dunia selalu mencari perhatian kepada manusia tersebut agar lupa pada tuhannya, tetapi memang sifat dasar manusia yang lebih cenderung dunia, maka kita akan terlena pada dunia, lalu tuhan menjauh karena kita menjauh.

Dan seperti pada video itu, ketika kita terlalu terlena akan dunia, maka musibah-musibah akan datang sili berganti, kita akan terpuruk, kita tidak bisa melakukan apa-apa, di dalam video klip tersebut di gambarkan pria tersebut lumpuh, ya memang betul, jika kita terlena pada dunawi, maka kita akan menjadi orang yang lumpuh, lumpuh hati, lumpuh pikiran, lumpuh daya juang, lumpuh segala-galanya, bahkan untuk berjalan menapaki hidup akan menjadi sangat amat susah, karena semua yang ada di diri kita telah lumpuh.

Dan ketika kita terpuruk makan dunia akan meninggalkan kita, seperti pada video tersebut, setelah si pria lumpuh, wanita yang selalu mencari perhatian meninggalkan si pria tersebut, seperti itu juga dunia, ketika kita sudah terpuruk maka dunia akan meninggalkan kita, sahabt-sahabat, teman-teman semuanya seperti menjauh ketika kita berada dalam keterpurukan hidup.

Setelah kita terpuruk, semua pergi, maka kepada siapalagi kita akan bersandar dalam kesedihan, maka dalam video klip itu si pria kembali ke wanita yang di cintainya, ini menujukan seperti manusia yang ketika terpuruk dalam hidupnya, maka dia akan kembali ke Tuhannya, walaupun ketika bahagia kita tidak ingat tuhan kita.

Hanya tuhan yang bisa membuat kita bahagia setelah kita terpuruk, dan hanya tuhan yang selalu ada ketika semua tak menganggap kita ada, dan tuhan tetap akan selalu memaafkan kita walau kita pernah terlena dengan dunia, dan dalam video klip ini, cinta segitiga di gambarkan dengan cinta segitiga yang di peragakan oleh manusia tetapi pada dasarnya video klip ini menggambarkan cinta segitiga antara manusia, tuhan dan duniawi, kenapa berasumsi ke tuhan bukan ke cinta segitiga manusia? sebab video klip pasti menggambarkan lirik sedangkan liriknya adalah, sedihku ini tak ada arti jika engkaulah ( tuhan ) sandaran hati.

ini pemaknaan jika si wanita atau dunia yang meninggalkannya, berbeda lagi jika si pria yang memutuskan untuk meninggalkan wanita itu dan kembali ke wanita yang di cintainya, maka makna akan berubah.

Berikut pemaknaan saya jika ternyata si pria yang memutuskan untuk kembali ke wanita yang di cintainya, banyak manusia jika terlena terhadap dunia pasti tidak akan memikirkan tuhannya, lalu tuhan menegurnya dengan musibah-musibah, setelah kita mendapat musibah maka kita akan ingat bahwa cinta hakiki adalah tuhan, kebahagiaan sejati adalah tuhan, ternyata dunia hanya fasilitas untuk mencari kebahagian kepada tuhan, tetapi kita kadang lupa dan menjadikan dunia sebagai kebahagiaan utama.

Dan ketika kita terpuruk karena telah menjadikan dunai sebagai kebahagiaan utama, kita akan berfikir bahwa dunia itu tidak penting, yang penting dari kehidupan adalah tuhan, maka si pria ini kembali ke wanita yang di cintainya, seperti kita ketika terpuruk akan kembali ke tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, karena yang mampu memberikan kebahagian, ketenangan adalah tuhan, maka dalam video klip ini, si pria kembali ke wanita yang di cintainya karena dia tau bahwa kebahagian sejati adalah cinta yang sejati, dan dalam kehidupan kita, cinta sejati hanya milik tuhan.

 

Makna lirik lagu letto sandaran hati

 

Baik berikut adalah pemaknaan saya sendiri terhadap makna lirik lagu letto sandaran hati lalu saya hubungkan dengan video klip letto tersebut.

Yakinkah ku berdiri 

Dalam kalimat tersebut kita akan dibawa ke sebuah keadaan keruagauan bahwa apa yang kita tempuh, apa yang kita jalani saat ini, apa yang kita lakukan ini benar? apakah segala konsep pemikiran kita ini benar, apakah segala ilmu yang kita dapat ini sudah benar?

Di hampa tanpa tepi 

Tetapi jika semua itu benar, kenapa merasa hampa, hampa yang tak bertepi, dan hampa yang tak bertepi itu terletak pada hampanya perasaan.

Bolehkah aku Mendengarmu

Lalu disaat kehampaan melanda perasaan, maka kita perlu mendengarkan suara sejati, suara yang memebaskan diri dari sebuah kehampaan kehidupan, kehampaan perasaan.

Terkubur dalam emosi Tanpa bisa bersembunyi

Karena kita tidak bisa mendengarkan kebenearan sejati, maka perasaan kita akan emosi, di tambah dengan tekanan-tekanan dunia, dan karena emosi adalah sebuah perasan, kita tidak bisa bersembunyi dari perasaan tersebut, emosi disni ada bermacam-macam makna, sebab emosi, karena pemicu emosi itu bermacam-macam, emosi kita ketika tidak bisa menemukan barang yang hilang akan lain dengan emosi kita ketika kita di caci maki bukan?

Aku dan nafasku Merindukanmu

Disni jelas merindukan kebenaran sejati itu, Aku dan Nafasku, berarti adalah raga dan jiwa, raga dan nyawa benar-benar merindukan kebenaran sejati.

Terpuruk ku di sini,  Teraniaya sepi Dan ku tahu pasti Kau menemani, Dalam hidupku Kesendirianku

Karena dalam mencari suara kebanaran sejati, kita akan merasa sepi, karena kita menganggap suara-suara yang ada di dunia ini hanyalah fatamorgana, kita akan merasa sepi dan sendiri, tetapi kita tahu bahwa kebenaran sejati akan selalu menemani dalam kesendirian.

Dan kita masuk pada Reff.

Teringat ku teringat  Pada janjimu ku terikat Hanya sekejap ku berdiri Kulakukan sepenuh hati

Peduli ku peduli  Siang dan malam yang berganti, Sedihku ini tak ada arti  Jika kaulah sandaran hati  Kaulah sandaran hati Sandaran hati

Banyak yang menafsirkan reff lagu ini adalah sholat 5 waktu, ya mungkin ini benar sekali, dan berikut adalah pemaknaan saya sendiri.

Teringat ku teringat  Pada janjimu ku terikat Hanya sekejap ku berdiri Kulakukan sepenuh hati

Janjimu, janji yang maha benar, disni kita mulai teringat akan sebuah janji kebenaran, bahwa sebelum kita lahir kita sudah di beri janji oleh sang maha benar, jodoh, mati, rejeki dan jalan hidup, dan akhirnya walau sekejap ku berdiri, walau sebentar kita hidup di dunia ini, tidak terlalu lama kita hidup di dunia ini, kita akan melakukan dengan sepenuh hati , sebab itu sudah di janjikan oleh yang maha benar dan kita terikat oleh janji tersebut di dalam kehidupan di dunia ini, jadi kita paham betul, bahwa apa yang kita tempuh di dalam kehidupan, apa yang kita jalani di dalam kehidupan itu adalah kehendak Tuhan.

Peduli ku peduli  Siang dan malam yang berganti

Disni yang saya tangkap dari lirik ini, siang dan malam adalah makna dari baik buruk, hitam putih kehidupan, bahagia dan sedih itu akan terus berganti di dalam hidup kita, sesaui janji Tuhan dalam hidup kita, maka kita harus mengalami hal-hal itu, mengalami siang dan malamnya kehidupan, bahagia dan sedihnya kehidupan.

Sedihku ini tak ada arti  Jika kaulah sandaran hati,  Kaulah sandaran hati Sandaran hati

Disni semua kesedihan tak akan ada arti jika Tunanlah sandaran hati kita, dimana kita bisa bersandar dengan merasa aman, lalu ada kalimat penegas di akhir, kaulah sandaran hati, dan disni adalah penegasan bahwa kau memang sandaran hati.

Inikah yang kau mau/ Benarkah ini jalanmu/ Hanyalah engkau yang ku tuju/ Pegang erat tanganku/ Bimbing langkah kakiku/ Aku hilang arah/ Tanpa hadirmu/ Dalam gelapnya/Malam hariku

Disni apapun yang terjadi pada diri kita, kita terima dengan apa adanya, karena Tuhanlah yang menjadi tujuan kita, lalu meminta untuk memgang erat tanganku bimbing langkah kakiku, aku hilang arah tanpa hadirmu, dalam gelapmu malam hariku.
Jangan terlalu percaya dengan penafisarn saya ini, masih jauh dari benar, nah untuk beberapa refrensi lain, kami akan memberikanya buah pemikiran orang lain, berikut pemikiran orang-orang atas lirik lagu letto – sandaran hati.

 

Berikut yang saya ambil dari positngan facebook.

 

Menurut saya letto adalah salah satu dari sedikit band Indonesia yang punya idealisme. Pemilihan nama letto tidak dimaksudkan merujuk pada arti apapun. Letto adalah kata yang tidak punya arti/ makna. Pemilihan nama tanpa makna merupakan langkah tidak populer dalam arus mainstream. Letto mendekosntruksi tatanan nama dan makna. Dimana makna menjadi logosentrisme dari sebuah nama. Letto tidak memilih nama berdasarkan kata yang sudah terdefinisi. Para personilnya justru ingin membuat makna Letto dengan apa yang mereka lakukan. Singkatnya, Letto berarti apa dan bagaimana mereka berkreasi.

Dalam kesempatan kali ini saya hanya mencoba menafsirkan lirik lagu sandaran hati. Saya tidak membahas kualitas musikalitas mereka, karena saya belum paham musik :). Menariknya, penulis lirik lagunya (Sabrang Mowo Damar Panuluh/ Noe) tidak ingin memonopoli makna atas lagunya. Dia membebaskan setiap penikmat lagu memberi arti berdasarkan pengalamannya sendiri. Hal ini mengingatkan saya pada pemikiran para filosof postmodern, seperti Heidegger dan Derrida. “Matinya” sang pengarang (author) menjadi trend baru dalam memahami teks.

 

Sandaran Hati:


 

Yakinkah ku berdiri/ Di hampa tanpa tepi/ Bolehkah aku/ Mendengarmu

Terkubur dalam emosi/ Tanpa bisa bersembunyi/ Aku dan nafasku/ Merindukanmu

Terpuruk ku di sini/ Teraniaya sepi/ Dan ku tahu pasti/ Kau menemani/ Dalam hidupku/Kesendirianku

 

Teringat ku teringat/ Pada janjimu ku terikat/ Hanya sekejap ku berdiri/ Kulakukan sepenuh hati/ Peduli ku peduli/ Siang dan malam yang berganti/ Sedihku ini tak ada arti/ Jika kaulah sandatan hati/ Kaulah sandaran hati/ Sandaran hati

 

Inikah yang kau mau/ Benarkah ini jalanmu/ Hanyalah engkau yang ku tuju/ Pegang erat tanganku/ Bimbing langkah kakiku/ Aku hilang arah/ Tanpa hadirmu/ Dalam gelapnya/Malam hariku

 

Teringat ku teringat/ Pada janjimu ku terikat/ Hanya sekejap ku berdiri/ Kulakukan sepenuh hati/ Peduli ku peduli/ Siang dan malam yang berganti/ Sedihku ini tak ada arti/ Jika kaulah sandatan hati/ Kaulah sandaran hati/ Sandaran hati

 

—–

 

Yakinkah ku berdiri/ Di hampa tanpa tepi/ Bolehkah aku/ Mendengarmu

Terkubur dalam emosi/ Tanpa bisa bersembunyi/ Aku dan nafasku/ Merindukanmu

Terpuruk ku di sini/ Teraniaya sepi/ Dan ku tahu pasti/ Kau menemani/ Dalam hidupku/Kesendirianku

 

Lirik ini mengajak kita mempertanyakan keberadaan diri. Mempertanyakan menjadi jurus jitu dalam hal menanam gagasan. Pendengar tidak disuguhi bahasa yang langsung jadi. Dia harus mengolahnya lagi melalui kontemplasi. Dimanakah kita saat ini? Dalam filsafat emanasi, ruang dan waktu adalah mutlak. Segala sesuatu bereksistensi dalam keduanya. Ukuran adalah keterbatasan manusia memahami fenomena. Lirik ini tidak memaksa kita mempercayai emanasi, justru mengajak kita mempertanyakannya lagi. Benarkah kita dalam hampa yang tak bertepi? Lalu dimana engkau Tuhan, asal segala kejadian, sebab setiap akibat? Bolehkah aku mendengar [kabar]tentang-Mu?

Terkubur dalam emosi/ Tanpa bisa bersembunyi/ Aku dan nafasku/ Merindukanmu…. 

Menghadapi  realitas kehidupan, berbagai perasaan seperti senang, sedih, gembira, takut, cemas, galau mengisi hati silih berganti. Seringkali kita tak mampu mengendalikan semua emosi itu. Kita terkadang merasa ingin lepas dari segala kepenatan itu. Namun, adalah kepastian bahwa kita terlahir di dunia dibekali dengan emosi (perasaan). Kita tak bisa bersembunyi menghindarinya. Di saat seperti inilah betapa setiap kerinduan membuncah kepada Dia yang selalu memberi ketentraman.

Terpuruk ku di sini/ Teraniaya sepi/ Dan ku tahu pasti/ Kau menemani/ Dalam hidupku/Kesendirianku.

Dalam keterpurukan kita mengarungi kehidupan, dimana sebagian besar manusia memilih menghalalkan segala cara demi memperturutkan nafsunya, kesepian-lah yang kita tempuh karena memilih berjalan sesuai aturan-Nya. Namun yakinlah, selama kita berada dalam jalan-Nya, Dia selalu menemani kita di setiap kita melangkah.

 

Teringat ku teringat/ Pada janjimu ku terikat/ Hanya sekejap ku berdiri/ Kulakukan sepenuh hati/ Peduli ku peduli/ Siang dan malam yang berganti/ Sedihku ini tak ada arti/ Jika kaulah sandaran hati/ Kaulah sandaran hati/ Sandaran hati

 

Pada zaman azali, Tuhan meminta persaksian diri “alastu birabbikum (bukankah Aku ini Tuhanmu)?” kita bersama semua manusia serentak menjawab “iya.”  Bukankah itu berarti kita sudah terikat perjanjian dengan Tuhan? Berjanji untuk mengakui Dia sebagai satu-satunya tujuan, sebagai satu-satunya yang berkuasa. Dunia sekedar jalan yang kita tempuh, yang meski sebentar harus tetap kita lalui dan lampaui dengan sungguh-sungguh. Apalah artinya penderitaan jika hati telah bersandar hanya kepada-Nya yang akan menebus setiap sedih dengan segala kasih.

 

Inikah yang kau mau/ Benarkah ini jalanmu/ Hanyalah engkau yang ku tuju/ Pegang erat tanganku/ Bimbing langkah kakiku/ Aku hilang arah/ Tanpa hadirmu/ Dalam gelapnya/Malam hariku

 

Dalam lirik ini terdapat pembedaan antara mau (kehendak) dan jalan. Kehendak Allah, menurut Ibnu Arabi terbagi menjadi dua: amr tawqify, amr taklify. yang pertama adalah perintah (baca: kehendak) Allah yang telah dia tetapkan sejak zaman azali berkaitan dengan hukum alam yang kemudian dalam istilah arab kita sebut sunnatullah. contoh Allah membuat setiap makhluk itu berpasang-pasangan. ada baik ada buruk, ada iman ada kufur, ada aksi dan reaksi. Yang kedua adalah kehendak (perintah) Allah yang dibebankan kepada manusia melalui nabi-nabi-Nya. Kehendak Allah ini sering juga disebut dengan syari’at-Allah. Dan amr taklify  inilah berkonsekuensi pahala dan dosa.

Dalam al-Qur’an terdapat ayat “walillahi yasjudu man fis-samawati wal-ardhi thaw’an wa karhan wa zhilaa-luhum bil-ghuduwwi wal-ashaal.” ini artinya semua ciptaan Tuhan bersujud kepada-Nya dengan ta’at ataupun terpaksa. Jadi walaupun orang kafir menentang Allah dan tidak mau tunduk dalam syari’at-Nya, sebenarnya dia tunduk patuh kepada perintah Allah yang pertama (amr tawqify). lirik ini mengajak kita selalu mengintrospeksi diri. benarkah semua yang kita lakukan sesuai dengan kehendak-Nya? apakah cukup mengikuti kehendak-Nya saja? kehendak yang mana? Sebagai orang yang mengaku beriman, idealnya kita harus tawakkal berserah dan memasrahkan diri menuju pada kehendak/ jalan Allah yang kedua (hanyalah engkau yang ku tuju). Pasrah pada syari’at-Nya. Bukan sekedar pasrah pada hukum alam (amr tawqify)

Jika sudah demikian maka berkenanlah cinta Tuhan jatuh kepadanya seperti disebutkan dalam hadits qudsi, “fa-idzaa ahbabtuhu kuntu sam’ahu alladzi yasma’u bihi kuntu ‘ainahu allati yubshiru biha kuntu lisaanahu alladzi yanthiqu bihi kuntu rijlahu allati yabthisyu biha.” Ketika Aku sudah mencintainya, maka telinganya adalah telingaku, matanya mataku, lidahnya lidahku, kakinya kakiku.

Tanpa hadirnya Tuhan dalam jiwa, bagaimana bisa kita berada dan mengada? Apa yang tidak mengabarkan tentang Dia? Setiap gerak adalah energi dari pancaran quwwah-Nya.La haula wala quwwata illa billah. Maka absennya Tuhan dalam kehidupan diibaratkan gelapnya malam. Karena Dialah yang menerangi setiap sudut langit dan bumi. Allahu nurus-samawati wal-ardhi

Ketika engkau sudah pasrah total, maka kehendakmu sendiri lenyap, aku-mu hilang. semua menyatu dalam kehendak dan keakuannya. seperti daun yang hanyut di alir air, daun itu memang tampak bergerak tapi gerak sejati adalah gerak aliran air. daun tak mampu bergerak tanpa didorong oleh arus air. Maka tawakkal sejati adalah pasrah ber-Tawhid kepada-Nya.

 

Teringat ku teringat/ Pada janjimu ku terikat/ Hanya sekejap ku berdiri/ Kulakukan sepenuh hati/ Peduli ku peduli/ Siang dan malam yang berganti/ Sedihku ini tak ada arti/ Jika kaulah sandatan hati/ Kaulah sandaran hati/ Sandaran hati

 

Siapakah sandaran hati kita selama ini?

 

 

“ketika kau terus mencari tetapi tak kunjung ketemu. Kalau kau telah lelah berusaha namun berhasil nihil. jika kau senantiasa berdoa dan merasa tak pernah dikabulkan. Kau pun sudah tabah menahan derita berkepanjangan. Pasrahlah. seperti pasrahnya dawai yang dipetik, seperti seruling yang ditiup, seperti biola yang digesek, seperti drum yang digebuk. Lalu dengarlah betapa indah melodi yang Dia mainkan.”

 

 

*tulisan yang pernah disampaikan dalam diskusi bersama remaja masjid at-Taqwa, Sekayu, Semarang Tengah.

 

Maaf untuk Noe Letto atau Mas Sabrang karena telah lancang menafsirkan lirik lagumu, dan yang sudah pasti salah. Bagi yang membaca juga pasti punya penafsiran sendiri, jangan terpaku oleh penafsiran-penafsiran yang tertulis di blog ini.

Artikel Lain

Baby sitter jahat atau orang tuanya ? Indonesia kembali heboh dengan kejadian seorang pengasuh anak atau baby sitter bernama muityah terdapat menganiyaya anak majikannya atau ndoronya ! ka...
Perbedaan Buruh Dan Petani Kali ini saya akan membahas dua profesi yang berbeda tapi mempunyai sedikit kesamaan, mempunyai persamaan dalam sisi perjuangan, bedanya perjuangan bu...
Pilkada DKI 2017 Sibuk Ngurusin Rumah Tangga Orang... Sebentar lagi ada sesuatu yang seru di jakarta, pertarungan untuk merebutkan kedudukan sebagai Gubernur Jakarta, sebentar lagi di tahun 2017 itu akan ...
Kubimbing engkau kesurga adalah kalimat tersombong Kali ini dengan sangat terpaksa dan sangat amat rendah hati, saya akan menulis tentang agama, perlu di ingat, saya sangat amat takut nulis tentang aga...
Celotehan Pancasila Bebek Nungging Zaskia Gotik Kali ini aku akan membat sebuah postingan yang lagi ramai-ramainya di bahas, zaskia gotik guyon dengan celotehan sila kelima dari pancasila adalah beb...

Share.

About Author

Super Admin

7 Comments

  1. Waaah benar-benar meresapi nih bedah liriknya. Tapi saya agak ga sreg tentang arti lirik yg siang dan malam yang berganti…. (bla bla bla) hihihhi mungkin saya juga masih memikirkan arti liriknya khususon yg itu. He he he

    • untuk arti itu kan ada refrensi juga, gak cuma penafsiran saya, dan mungkin memang lirik lagu ini menyuruh setiap orang untuk menfasirkan secara penafsiranya sendiri, jadi mungkin kita perlu juga menfasirkan yang lain tidak harus terpaku dengan penafisran ini, karena penafsiran ini juga masih jauh dari benar wkwkwkwkw..

Leave A Reply