Menjadi kaya, idaman bagi semua part 2

0

[ Untuk part satu baca disni ]

Cindil lama merenung dan mencari arti dari kejadian ini, tetapi cindil masih belum menemukan tujuan dan arti dari ini, kenapa utusan itu dengan gampangnya membuat pak darmo mennjadi kaya raya, apa yang ingin di tunjukan kebenaran sejati dari ini ? cindil masih terus berfikir, berfikir dan berfikir sampai ketiduran, tetapi tiba-tiba kaget dengan suara gudal yang nyaring sekali membangunkan.

“Ndil, ndil, bangun oi” gudal membangunkan cindil

“ada apa toh dal” cindil kaget sedikit emosi

“Anak pak darmo ketangkep polisi” kata gudal

“lah kenapa dal”

“dia pake ngobat, ketahuan dan tadi di grebek lagi pesta obat-obatan ama temen-temenya”

“wala dalah, bukane anake pak darmo mau  masuk pesantren, kok gak jadi ?” tanya cindil

“gak jadi ndil, lah wong dia mau disuruh nerusin usahanya bapaknya, eh malah kejadian gini”

Lalu cindil terdiam, “apa yang terjadi ? kenapa bisa begini? ”

Lalu cindil meningat-ngingat hari-hari sebelumnya, ternyata memang pak darmo sudah tidak lagi pernah dateng ke mushola, padahal dulu tak ada satu sholatpun yang di lewatkan tidak di mushola. Dan sapun juga dateng ke rumaah cindil, tapi sapun tetep santai saja

“Pun, kamu dah denger anak pak darmo ketangkep polisi ?” tanya gudal

“Halah, wong aku juga liat kok kalo lagi pada make” jawab sapun santai

“Pak darmo, itu sekarang kan gak karu-karuan” lanjut sapun

“Gak karu-karuan gimana pun” tanya cindil

“Lah pak darmo sekarang juga suka main perempuan, istrinya sering kena KDRT, bahkan sekarang istrinya lagu mengajukan gugat cerai”

Deg.. !! jantung cindil serasa berhenti mendengar itu semua, mana mungkin pak darmo yang dulu sangat relijius mendadak berubah drastis seperti ini, mana mungkin ini semua terjadi, setelah ngobrol-ngobrol cukup banyak, sapun dan gudal akhirnya tertidur karena mereka lebih banyak nyrocos dan kecapean, sedangkan cindil masih merenung sendirian, dan pergi ke belakang rumah.

Disana sudah duduk seorang kakek-kakek yang tidak asing lagi, yang mengatakan dirinya adalah utusan, sambil asik mengisap rokok dan bersenanddung di bibirnya, lalu cindil duduk di sampingnya, tapi kakek ini seperti tak menggubris cindil, kakek ini sibuk terus menghisap rokoknya sambil terus bersendandung sebuah lagu. Lirih suaranya

Tapi cindil mencoba memperhatikan kata-kata atau lirik yang keluar dari mulut kakek ini. Kakek ini akhirnya mengehnatikan senandungnya dan melirik kecindil ?

“opo? ” kakek itu membuka omongan

“pie mbah kok jadi runyam gini keadaan pak darmo” kata cindil

“Ya permintaanmu bikin orang jadi menjauh dari Tuhan, memasukan dirinya ke dalam kegelapan” kakek itu terkekeh-kekeh

“jadi salah saya ya mbah” cindil dengan nada yang melemah sambil mengehla nafas dan menyandarkan bahunya

“Ngene loh ngger, terkadang ada baiknya orang harus menjadi miskin saja, agar orang itu selalu dekat dengan yang kuasa, sebab, banyak orang yang dicoba miskin mereka kuat menghadapi, gagah berani, dan tetap istiqomah akan imannya, tetapi justru kebalikan, ketika orang di coba menjadi kaya, ternyata banyak yang gagal, padahal pada dasarnya kaya dan miskin itu semua sama-sama cobaan”

“Terus gimana mbah”


“Ada kala hidup menjadi miskin adalah sebuaah pilihan tepat, sebab itu yang di lakukan kanjeng nabi muhammad, ketika disuruh memilih menjadi nabi yang miskin atau nabi yang kaya, nabi muhammad memilih menjadi miskin, karena itu tadi, cobaan menjadi kaya sungguh sangat berat, banyak yang gak kuat, banyak yang ketika menjadi kaya bahkan lupa tuhannya, bahkan menganggap dirinya tuhan, mereka lupa hakikat dirinya itu siapa, kekayaan itu dari mana datangnya, padahal jika orang yang terus istiqomah dengan imannya, maka kekayaan dan kemiskinan hanya sebuah bumbu di dunia”

“Terus gimana solusinya mbah dengan pak darmo ini ? ” tanya cindil

Lalu kakek itu tersenyum dan mengucap “Sekarang kamu bangun”

Lalu mendadak cindil merasakan hal yang serupa waktu kakek itu mau datang kembali lagi, bunyi suara seperti lonceng sangat keras menggetarkan kupingnya, sampai-sampai jantung cindil berdekup kencang, keringat keluar dari sekujur tubuh cindil, lalu cindil pingsan, dan ketika cindil bangun, dia sudah bingung, di sampingnya sudah terlihat bapaknya dan ibunya sedang disampingnya.

“loh dimana ini pak” tanya cindil

Ibu dan bapak cindil seperti girang sekali, lalu di peluk-peluk tubuh anaknya, sambil kedua orang tua cindil ini menangis sesunggukan

“Untung kamu bangun nak, untung kamu bangun, kalo gak bangun, kami pasrah, lilahita’ala”

“Loh, loh ada apa ini emang bu ? ”

“Kamu pingsan gak bangun-bangun, pingsan 3 bulan, pingsan di belakang rumah habis maghrib” ibu cindil menjelaskan sambil sesunggukan

“Hah, aneh, padahal aku serasa hidup di tempat nyata, masa itu hanya pingsan?”

Lalu muncul seorang dokter yang sudah tua, cindil terbelalak, dokter itu, dokter itu adalah si mbah, kakek-kakek yang ada di dalam pingsan cindil, namanya dokter sahid.

“Seperti gak asing nama sahid” gumama cindil dalam hati

Setelah itu kedua orang tua cindil izin untuk membeli makanan untuk cindil yang selama 3 bulan berarti cindil berpuasa, hanya selang infus saja yang menyelupai zat-zat bagi tubuh cindil

“Mbah” cindil mencoba bertanya

“Iyo ngger, pie bingung ta” si kakek terkekeh kekeh

“Iyo e mbah, apa ini mimpi juga?” Bukan, kemaren juga bukan mimpi

“Terus apa mbah? kok mbah disni jadi dokter?”

“Teori multi universe” kata mbah

Cindil mengerutkan dahi, “itu kan cuma teori di dalam sains, apa ada dalam kehidupan nyata ? toh teori itu belum teruji secara pasti kan”

“Rahasia gusti Allah, tidak semua makhluk-makhluknya paham” kakek itu terkekeh-kekeh lagi

Lalu kakek itu  berpamitan, setelah beberapa hari dan kondisi cindil kembali pulih, orang tua cindil memutuskan untuk pulang, dan di administrasi, orang tua cindil mengucapkan terimakasih kepada para suster, tapi mencari dokter sahid tidak ketemu-ketemu, lalu orang tua cindil memberikan salam buat dokter sahid, para suster kemudian saling berpandangan.

“Bukan dokter sahid, disni tidak ada dokter sahid, yang menangaani anak bapak dokter mansur, dan umurnya masih 40 tahunan”

“Bukanya kata dokter sahid itu adalah dokter kedua yang menangani cindil?” kata bapaku menimpali

“Gak ada dokter dua atau satu dalam menangani pasien pak”

Kami semakin heran, tubuh cindil kembali melemas, apa maksud semua ini, tetapi apa maksud semua ini, cindil mendadak tertawa terbahak-bahak, diiringi suara kakek itu terkekeh-kekeh tapi entah orangnya di mana, terdengar hanya suaranya, tapi sepertinya bapak cindil memahami sesuatu, sedangkan ibu cindil masih dalam posisi kebingungan

“Wedyan, siapa beliau, kok sudah bisa paham teori multi univers” batin cindil ketawa

Setelah keluar dari rumah sakit, ada suara dari langit

“Anak muda jaman sekarang, wong semu teori sains, dan  bermacma-macam sudah ada di dalam al quran semua, tinggal kamu mau belajar apa engga” suara dari langit itu terkekeh-kekeh

Artikel Lain

Celotehan Pancasila Bebek Nungging Zaskia Gotik Kali ini aku akan membat sebuah postingan yang lagi ramai-ramainya di bahas, zaskia gotik guyon dengan celotehan sila kelima dari pancasila adalah beb...
Kubimbing engkau kesurga adalah kalimat tersombong Kali ini dengan sangat terpaksa dan sangat amat rendah hati, saya akan menulis tentang agama, perlu di ingat, saya sangat amat takut nulis tentang aga...
Menjadi kaya, idaman bagi semua Semua orang pasti berhasrat untuk menjadi kaya dalam artian kaya materi, punya uang banyak, mobil banyak dan bagus, rumah besar, investasi dimana-mana...
Drama nasional Tidurlah... malam terlalu malam... tidurlah... pagi terlalu pagi... lagu itu yang malam ini cindil putar melalu earphone smartphonenya sambil berjalan...
Cara cindil menyembuhkan kesurupan Hari itu, cuaca agak kurang bersahabat, sebentar, cuaca tidak bersahabat ? oh tidak, kita yang tidak ingin bersahabat dengan cuaca, bukan cuaca yang t...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply