Menjadi kaya, idaman bagi semua

0

Semua orang pasti berhasrat untuk menjadi kaya dalam artian kaya materi, punya uang banyak, mobil banyak dan bagus, rumah besar, investasi dimana-mana, bahkan banyak orang yang mencoba berbagai cara agar menjadi kaya, tetapi apakah semua itu penting ? apakah semua itu tujuan dan bukti kesukesan diri ? kesuksesan adalah keberhasilan, apakah keberhasilan dalam hidup menjadi  kaya ? dan kali ini kita akan menceritakan kisah cindil yang bertemu seorang utusan.

Sore itu, seelepas maghrib, cindil memperhatikan mushola dibelakang rumahnya, mushoa kecil, mushola dengan warna biru yang sangat sederhana sekali, jauh dengan masjid-massjid yang ada dk kampungnya, yang sangat megah, anggun dan menawan, tapi cindil selalu merasa nyaman sekali jika beribadah disitu dibanding di mesjid-mesjid agung yang mewah-mewah.

“Sekarang masjid sangat mewah, banyak fasilitas-fasilitas modern disana, hemmm… bisa jadi kedepan ada masjid kelas vvip, dimana dilengkapi dengan kolam renang, kamar mandi dalam, ac, wifi dengan kecepatan 100 MB, berakfast dsb” cindil ketawa geli sendiri

Lamunan cindil buyar ketika melihat seorang bapak-bapak bernama Pak Darmo, kabarnya bapak ini sedang banyak hutang, bahkan anaknya terancam putus sekolah, cindil ingin sekali membantu tapi Bapak ini luar biasa hatinya, tidak pernah mau menerima uang cuma-cuma kalo beliau tidak disuruh bekekerja, memang orang-orang kampung justru mempunyai pemikiran dan hati yang murni.

Saat cindil di dalam hati menganggumi bapak tersebut, tiba-tiba kuping cindil terasa sakit oleh bunyi seperti bunyi lonceng yang keras “ngiiiiiiingggggggggggg” sampai-sampai badan cindil bergetar dan penuh keringat, lalu dari kejauhan muncul seorang kakek jazzy banget pokoknya, berkacamata hitam, dengan topi ala penyanyi jazz, cindil memperhatikan dari atas kebawah, orang asing, tapi dari pakaian cindil sudah bisa menebak bahwa bapak tukang jazz, entah bisa musik dan nyanyi atau sekedar penampilan.

Kakek itu mendekati cindil, lalu menyapanya “anak muda jaman sekarang, maghrib-maghrib melamun, mau jadi apa bangsa ini” kata kakek tua tersebut.

“Siapa yang melamun, saya hanya merenung mbah” sergah cindil

“ya ya, melamun dan merenung, padahal hidupmu gitu-gitu aja” jawab kakek itu seraya membuka bungkus rokoknya

Cindil memang sering kedatangan tamu yang aneh-aneh sekali, bahkan pernah suatu ketika datang tamu entah dari  mana pakaian gembel, ngoceh bahasa arab diselipi bahasa belanda, ujung-ujungnya ternyata dia orang ponorogo, minta makan dan minta tidur, lalu meninggalkan batu yang dikasih ke cindil, dan mengatakan, ini lebih dahsyat dari batu ponari, dan setelah itu orangnya pergi sampai sekarang gak keliatan lagi, Pernah juga di tahun 2010, tempat cindil sedang rame tamu-tamu bapaknya cindil, sedang mengadakan rapat desa, datang orang yang gila, lalu dia berteriak-triak, “geger nuswantoro geger nuswantoro… bakul kayu dadi presiden” kami waktu itu gak ngeh maksud orang ini, dan menganggap gila, eladalah, ternyata jokowi jadi presiden.

kembali ke cerita awal, cindil dengan cepat dan sambil berdiri menyergah “siapa bilang hidupku gitu-gitu aja, hidupku penuh warna kok mbah” jawab cindil agak ketus

“kamu itu loh, masih muda udah banyak marahnya” kata mbah itu santai sambil menghisap rokoknya.

“kok tampilan mbah kece bener, aku sampe kalah, tampilan jazzy gitu” tanya cindil

“lah aku emang ngejazz kok, kamu tau gak kenapa aku suka ama jazz”


“gak tau mbah”

“karena jazz paling dekat dengan Tuhan”

“kok bisa mbah? ”

“lah bisa, jazzakumullah” kata kakek tersebut sambil terkekeh-kekeh

“ya ya” cindil pasrah

“sudah sana mbah bikinin kopi hitam yang kentel, tapi jangan terlalu manis” suruh kakek tersebut.

Masih dengan rasa penasaran yang di tahan cindil pergi  ke dapur dan membuatkan kopi hitam yang di pesan kakek tadi, setelah menyuguhkan dan duduk di sampingnya kakek itu mengucap “kamu penasaran kan siapa saya”

“Ah gk juga” jawab cindil menyembunyikan

“Bener neh? kalo ngomong pasti kamu kaget gak percaya” jawab kakek tersebut

“Emang panjenengan siapa mbah, terus ada urusan apa kesini” jawab cindil

“Gini, saya ini seorang utusan, diutus untuk nemui kamu” jawab kakek tersebut

“Haiyah, mbah-mbah, di tv juga lagi rame kanjeng dimas, dia juga ngaku utusan karena ngaku punya karomah” jawab cindil agak geli

“Lah saya juga punya karomah atas izin Tuhan, kamu mau bukti ? ” jawab kakek itu

“Buktikan coba” jawab cindil

“kamu minta apa?” jawab kakek itu

“Hemm, baik, gini mbah, mbah liat kan tadi di mushola ada seorang bapak-bapak, beliau sangat susah dalam ekonomi.. ”

“Stop” sergah kakek itu

“Saya tau kok maksud kamu, jadi kamu pengen kakek bikin “Kaya” dia kan ? mudah, segala usahanya dia bakal lancar setelah ini” jawab kakek itu

Setelah kopi habis, kakek itu pamit pergi, entah kenapa badan cindil tiba-tiba gemetar lagi, setelah itu cindil jatuh pingsan, entah berapa lama cindil pingsan yang jelas, cindil sudah berada di kamar tidurnya ketika cindil tersadar, dan ternyata kakek itu sudah pergi, bahkan teman-teman cindil dan keluarga cindil pun tak ada yang melihat kakek itu kemana perginya ketika cindil bertanya.

Hari-hari dilewati cindil dengan penasaran, apakah betul apa yang di katakan kakek itu, cindil terus memperhatikan pak darmo dan mencari tahu apa yang terjadi setiap harinya pada keadaan pak darmo, ternyata pak darmo, mempunyai tabungan yang cukup untuk berwiraausaha, membeli pakaian beberapa potong lalu menjualnya, karena pak darmo terkenal jujur, banyak orang yang akhirnya membeli pakaian ke pak darmo.

Dalam satu bulan pak darmo sudah bisa membuka sebuah toko pakian dan ternyata benar, pak darmo selalu laba dalam usahanya, bahkan di bulan kedua pak darmo sudah membuka lagi toko elektronik dipasar yang ramai, dan membeli rukonya, usahanya sangat lancar, sampai-sampai dalam 3 bulan, pak darmo sudah mempunyai 2 toko baju dan 1 toko elektronik.

Dalam waktu 5 bulan pak darmo sudah mempunyai toko seperti supermarket, yang didalamnya ada dijual berbagai macam kebutuhan rumah tangga, baju, elektronik, usahanya berkembang pesat, punya aset dimana-mana, dalam satu tahun, kehidupan pak darmo sudah sangat berubah, bahkan menjadi orang paling kaya di desa cindil.

“Berarti utusan itu benar, tapi pasti ada satu hal yang harus aku pelajari dari semua kejadian ini, jika memang beliau utusan, pasti tidak semerta-merta membuatnya menjadi kaya, pasti ada sesuatu yang harus aku amati, lalu aku belajar dari hal itu” gumam cindil dalam hati.

Bersambung part 2 disni

Artikel Lain

Pekerjaan berat atau memberatkan pekerjaan? Kebahagiaan macam apa yang di harapkan para manusia? semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing, tanpa peduli terhadap suatu perkara kemanusiaan, b...
Kekacauan Indonesia Hanya Dapat Diatasi Oleh Jengk... Kenapa harus jengkol? hanya jengkol yang mampu mengembalikan bhineka tunggal ika dan kesaktian pancasila, jengkol mempunyai power seperti pidato bung ...
Balada facebook, setelah virus alay kini virus hoa... Para pembaca anaksantai.com dari golongan manusia yang manis-manis, ganteng-ganteng, cantik-cantik dan dan juga dari golongan jin yang kami anggap tem...
Menjadi kaya, idaman bagi semua part 2 Cindil lama merenung dan mencari arti dari kejadian ini, tetapi cindil masih belum menemukan tujuan dan arti dari ini, kenapa utusan itu dengan gampan...
Emansipasi dan Emansisapi, e m a n s i s a p i Berkali kali cindil di protes oleh temen-temenya, terutama gudal dan sapun, yang selalu memprotes omonganya ketika mereka sedang asik membahas permasa...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply