Para Pekerja Lapang

0

Pekerja lapang, banyak macam-macam pekerjaan di lapangan, tetapi dari sekian banyak profesi pekerja lapang, hanya sekian persen saja yang di anggap di negeri ini, selebihnya para pekerja lapang hanya di pandang sebelah mata, diantara banyak pekerja lapang yang di anggap sebelah mata, Petugas PLN, Petani, Kuli Bangunan, dan masih banyak lainnya, mereka hanya di pandang sebalah mata oleh bangsa ini, salah satu alasan kenapa mereka di pandang sebelah mata karena pendidikan mereka rendah.

Padahal usaha mereka lebih keras, panas, hujan di lapangan mereka pasti mengalaminya, itu kenapa raden sahid dahulu bertapa di pinggir sungai atau kali, untuk merasakaan penderitaan para pekerja lapang salah satunya, panas, lapar, dingin, kehujanan. Raden Sahid perlu merasakan hal-hal tersebut selama bertahun tahun ( ada yang bilang 3 tahun ada yang bilang 5 tahun ) agar kelak beliau  menjadi waliyullah yang bergelar Sunan Kalijaga.

Tapi sekarang kita tidak lagi memandang para pekerja lapang, kita tidak memandang usaha mereka, tetapi kita hanya bisa merasakan hasil keringat mereka, kita bisa merasakan listrik dirumah kita dan menikmati listrik dirumah kita, itu karena pekrja lapang PLN yang taruhanya nyawa, entah itu terjatuh karena memasang kabel-kabel di tempat tinggi atau tersengat aliran listrik, kita tidak mau tau karena kita telah menganggap kita membayar, itu pekerjaan mereka, itulah pikiran dangkal orang-orang indonesia.

Kita tidak pula menghargai kerja keras para petani, kepanasan, kehujanan menanam tumbuhan yang bisa membuat hidup kita hidup, lagi-lagi pikiran dangkal keluar, kita membayar dia bekerja, apakah hanya sebatas itu pemikiran kita? dangkal sekali, lalu kita berlalu tanpa pernah menghargai usaha dan kerja keras para pekerja lapang.

Pembangunan yang kita rasakan sekarang, mal-mal megah di tengah kota, apartemen-apartemen mewah yang di tempati orang-orang kaya, apakah mereka pernah berfikir, ketika seorang kuli bangunan menggali tanah di kota yang panas sampai kedalaman yang cukup menjadikan pondasi bangunan-bangunan tinggi? pernahkah membayangkan hal itu? sedangkan kita jalan kaki diluar ruangan berAC saja sudah meraskaan panas yang luar biasa, mereka harus menggali tanah dengan di tengah kota yang panas untuk membuat pondasi agar menjadi bangunan kokoh dan hasilnya bisa dinikmati, dan ketika sudah menjadi sebuah bangunan yang mewah, mereka akan menjadi orang-orang yang terlupakan.


Bangsa ini tidak akan pernah maju sejengkalpun jika tidak menghargai kerja keras para pekerja lapangan, pahkan esok mungkin akan terjadi kemunduran, sebab semua orang berlomba-lomba mencari ijazah agar bekerja di dalam ruangan yang berAC, duduk dan nyaman, lalu bangsa ini akan kehilangan para petani, kuli bangunan, petugas PLN, dan jika semua orang bekerja di dalam raungan, apakah roda perekonomian bangsa akan berjalan?

Semua orang di imingi-imingi dengan kerjaan gampang jika berpendidikan tinggi, semua orang berlomba-lomba, karena apa? mereka tidak sadar betapa besar jasa para pekerja lapang, mereka menganggap para pekerja lapang adalah kerjaan yang remeh temeh, padahal tidak semua orang mempunyai mental dan fisik yang kuat untuk bekerja di lapangan.

Jangan harap para pekerja lapang mendapatkan istri yang cantik, jangankan menjadikan istri, wanita cantik untuk melirik pera pekerja lapang saja sudah pasti tidak sudi, apalagi mereka-mereka yang otaknya hanya berisikan materi dan materi, tentu pekerja lapangan bukan manusia ideal untuk menjadikan suami-suami mereka, sebaik apapun pekerja lapangan, sebudi luhur apapun hati para pekerja lapang, itu tidak akan menjadikan drajatnya meningkat di mata manusia-manusia modern saat ini yang tidak bisa menghargai sebuah usaha dan kerja keras. Dan jangan harap pekerja lapang bisa seperti FTV dimana mereka bisa mendapatkan anak majikan, anak orang kaya.

Bangsa ini tidak pernah belajar ke negera-negara maju, seperti korea, jepang, majapahit dll, kok majapahit? di jaman majapahit para pekerja, terutama petani sangat di hormati, sehingga negara menjadi makmur, sedangkan sekarang petani itu di cekik, harga-harga sayuran di bikin semurah mungkin, walau di pasar nanti harganya melambung tinggi, itulah salah satu dosa besar bangsa ini terhadap petani.

Dan bangsa ini tidak akan pernah maju, jika orang kaya, orang berduit lebih menghargai anjing peliharannya dari pada para pekerja lapangan, jika pekerja lapang tetap di pandang sebelah mata, di anggap remeh-temeh.

Dan untuk pekerja lapangan, entah itu kuli bangunan, petani, tukang sampah, Petugas PLN, kurir antar barang, penambang pasir, dan semua pekerjaan lapangan yang kasar-kasar, apapun sebutan kalian di tengah masyarakat pasti kalian punya satu alasan yang membuat kalian luar biasa, sehingga tenaga kalian dapat bekerja berlipat-lipat dari manusia biasa.

Artikel Lain

Kubimbing engkau kesurga adalah kalimat tersombong Kali ini dengan sangat terpaksa dan sangat amat rendah hati, saya akan menulis tentang agama, perlu di ingat, saya sangat amat takut nulis tentang aga...
Semua Salah jokowi !     Kali ini aku akan membahas sedikit kejadian di indonesia, tentang presiden kita, jokowi! loh kenapa kok bahas politik? oh bukan, i...
Pilkada DKI 2017 Sibuk Ngurusin Rumah Tangga Orang... Sebentar lagi ada sesuatu yang seru di jakarta, pertarungan untuk merebutkan kedudukan sebagai Gubernur Jakarta, sebentar lagi di tahun 2017 itu akan ...
Balada facebook, setelah virus alay kini virus hoa... Para pembaca anaksantai.com dari golongan manusia yang manis-manis, ganteng-ganteng, cantik-cantik dan dan juga dari golongan jin yang kami anggap tem...
Ngiseng, Boker, Modol Dan Sinonim lainnya Semua orang pasti punya hobi ini, hobi ngiseng atau boker atau modol dan nama lain-lain yang masih mempunyai arti sama, tetapi pernahkah kita sedikit ...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply