Pekerjaan berat atau memberatkan pekerjaan?

0

Kebahagiaan macam apa yang di harapkan para manusia? semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing, tanpa peduli terhadap suatu perkara kemanusiaan, begitulah pikiran cindil ketika sedang melamun di sore hari di depan rumahnya yang biasa-biasa saja, sambil menyruput kopi dan merokok cindil terus melamun memikirkan yang sebenarnya tidak perlu dia pikirkan sebagai orang biasa, dengan pendidikan hanya sebatas SMP saja.

Kemudian cindil memeperhatikan depan rumah banyak orang yang berlalu lalang di depan rumahnya, ada segrombolan anak muda yang lewat dengan saling becanda dan berteriak-teriak, ada dua orang pasangan muda mudi yang lewat, ada pula suami istri yang sudah setengah tua lewat, dalam hatinya bergumam, apa mereka pernah berfikir satu sama lain tentang apa yang difikirkan oleh masinng-masing dari mereka? oh begitu sendirinya hidup ini, bahkan di dalam kebersamaanpun orang masih mempunyai kesendirian di dalam hatinya.

Oh sebab sejatinya manusia hanyalah sendiri, tidak ada yang bersama, entah kita hidup berkelompok, hidup berdua dengan pasangan, atau hidup dengan keluarga, sejatinya semua orang mempunyai kesendirianya, tidak ada yang tahu pasti isi hati seseorang di dalam kesendirian hatinya, orang hanya bisa menebak-nebak, jika orang memakai helm dan membawa motor orang akan bergumam “Oo, dia akan berperjalanan jauh” ada juga yang bergumam “Pasti dia mau ngelayab gak jelas” ada juga yang bergumam “Ah pasti hendak mencari nafkah untuk keluarganya”.

Maka orang akan menentukannya sendiri tujuan, padahal belum tentu tujuan adalah seperti yang di pikirkan orang-orang, inilah bentuk kesendirian kita, Ya memang hidup kita penuh dengan kesendirian, dalam kandungan IBU kita sendiri, dalam liang kuburpun kita sendiri, bahkan ketika masih hidup sejatinya kita sendiri, tidak ada yang tahu pasti apa yang kita rasakan, apa yang kita inginkan, Toh pula kesendirian dalam hati itu penting, akan banyak perceraian dalam rumah tangga ketika seorang suami mengetahui isi hati istrinya secara rinci, atau sebaliknya. Bisa jadi ketika berhubungan suami istri justru si suami atau si istri membayangkan artis idolanya, jika sampai saling mengetahui, wah bisa banyak perceraian dengan alasan konyol.

Cindil makin larut dengan lamunan dan rokoknya, sambil sesekali tersenyum memperhatikan anak kecil yang bermain di jalanan depan rumah.

“Aduh aduh tanganku, jancuk tenan” lamunan cindil buyar ketika seorang temannya bernama gudel datang sore-sore
“kenapa kamu, dateng-dateng bukannya assalamu’alaikum, malah maki-maki” bentak cindil yang merasa terganggu ketika merasa segala lamunan tenatang kehidupan yang sudah di tata rapi di dalam benaknya, dan disusun menjadi sebuah kerajaan, walau tidak penting justru di hancurkan oleh suara makian si gudal.

“ini loh tanganku ndil, bengkak-bengkak, gara-gara kerjaan berat banget ini”
“kerja apa toh kamu sampai” seperti biasa cindil tetap acuh tak acuh sambil ngelirik sedikit tangannya, yang menurut cindil itu hanya biasa biasa aja, lalu cindil lancut nyrocos omonganya.

“wah hebat, emang kerja keras apa?” cindil kembali menanyakan

“gini loh ndil, aku kerja kan tadi benerin kontener yang pada penyok, aku pukul-pukul pake bodem, jadi gini tanganku, bener-bener kerja keras hari ini”
“ya kerja keras dal, hebat kamu kerja keras, malah justru sekarang aku lihat teman kita itu si sapun malah enak ya sekarang” cindil santai-santai saja menjawab sambil hembusin kepulan-kepulan rokoknya.

“yo jelas enak, dia punya usaha sendiri, ternak ayam, lah aku kerja keras buat bikin kaya orang” gudal jawab dengan sedikit emosi.
“ya dia enak dal, gimana gak enak, punya usaha sendiri, ternak ayam, kamu tau sirkulasi kerja teman kita si sapun itu?” tanya cindil
“gak terlalu paham, emang pie?”
“gini loh dal, emang si sapun sekarang sudah enak, dia bangun pagi, setelah itu bawa karung isi pakan atau makanan ayam sampai 5 karung yang beratnya masing-masing 60 kg, dia bawa sendiri dari rumahnya ke kandang ayam, samapi di kandang, dia kasih makan ayam-ayamnya, setelah itu jam 10 pagi dia sudah membersihkan tai ayam dibawah kandang, dimasukan ke karung, di tumpuk-tumpuk, kadang bisa sampe berpuluh-puluh karung, dia kerjakan sampai siang, lalu siang dia pulang, sholat dan makan, setelah itu jam 1 dia balik lagi ke kandang, kasih makan ayam-ayamnya, kasih minum, dan kamu tau berapa drum dalam sehari?”


“gak tau aku ndil, emang berapa?” gudal mulai memelankan suaranya
“sehari, ayam-ayam di kandang sapun bisa habis 10 drum air, nah sehabis kasih minum, sapun mulai memncari kayu buat memanaskan kandang agar malamnya ayam-ayam tidak keidnginan, sampai maghrib, pulang, istirahat sebentar, setelah isya, sapun mengisi drum-drum 10 drum itu sampai penuh, ini bisa memakan waktu 4 jaman buat menuhi drum itu, jam 12 ayam di beri makan lagi, setelah itu sapun baru bisa beristirahat, jam 4 sapun sudah bangun, kasih makan ayamnya lagi dan kasih minum, setelah subuh, sapun tidur sebentar sampai jam 7, begitu terus sirkulasinya, dan ingat ketika ayam baru berumur 1 – 10 hari, harus pengawasan extra setiap malam, dan memang benar menurutku sapun lebih enak dari pada kamu, sebab kamu kerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, setelah itu kamu bisa tidur sepuasmu sampai pagi, dan itu jelas sangat berat buat kamu kan” kata cindil.

“loh apa maksudmu ndil, aku gak lagi mengeluh ini” gudal agak sewot

“loh bukan aku nuduh kamu lagi mengeluh dal, faktanya bahagia, sedih, nikmat, sengsara, kerja keras, kerja ringan, itu bukan terletak pada fisiknya, tapi pada hatinya, seberat apapun kerjaan yang sedang kita hadapi, jika kita mempunyai hati yang legowo, maka kerjaan itu akan teraasa ringan, tetapi sebaliknya, walaupun kamu kerja dengan santai, duduk tapi kalau hatimu merasa itu berat, maka pekerjaan itu akan terasa berat”

“gini loh dal, setiap orang mempunyai peranan masing-masing, dan itu mempunyai berat sendiri-sendiri, jika kamu sekarang menghadapi pekerjaanmu dengan melihat pekerjaan orang lain, tentu kamu akan berfikiran terus pekerjaan dia lebih gampang, pekerjaan dia lebih ringan, padahal faktanya belum tentu, karan kita hanya melihat dari luar, bukankah hidup hanya sawang sinawang ( melihat dari luar ) jadi kita gak tau kesejatian yang di alami orang yang kita lihat seperti apa, bisa jadi lebih berat dari kamu, tapi bodohnya manusia itu adalah, ketika dia hanya bisa makan tempe, dia membayangkan enaknya makan rendang sapi, bagaimana bisa menikmati tempe itu jika membayangkan rendang sapi?”

“padahal jika dia bisa memaknai dan menikmati tempe itu, maka tempe akan terasa nikmat, lah sudah gak bisa makan rendang gak bisa memaknai tempe, maka rugi hidupnya, rendang gak dapet, tempe gak nikmat, ngono loh cuk” crocos si cindil

“ah itu kan hanya teori, faktanya lain, buktinya ada yang nikmat itu artis-artis, ketawa ketiwi di televisi dan duit mereka banyak bayarannya gede” gudal membantah

“loh jangan kamu lihat kebahagiaan hanya sebatas materi, kalo kamu lihat kebahagiaan sebatas materi ya bakal ngelu ndasmu ( sakit kepalamu ) kebahagiaan sejati tidak perlu materi, kalo kamu beragama islam, Rossul kanjeng nabi tidak mempunyai materi, baju hanya 3, 1 yang di pakai, 1 yang kotor dan mau di cuci, 1 nya lagi di lemari, rumahnya kecil hanya ukuran seluas 4.5 x 3 meter doang, buktinya beliau bisa bahagia, bahkan menjadi manusia paling bahagia, walau dalam tekanan-tekanan dan ancaman-ancaman”

“lihat artis-artis, mereka hidup terkekang, mereka hidup hanya seusai kebutuhan para pengiklan, hidup mereka diatur oleh media, bahkan privacy rumah tangga mereka, diatur oleh media, kamu hidup kok diatur media? mau seperti itu? jadi letak kebahagiaan sejatinya dimana? bagaiamana kamu menikmati keadaanmu, itu sebuah kebahagiaan, untuk lebih baik, untuk lebih kaya, itu gak masalah, yang penting hidupmu jangan sampai lupa menikmati keadaanmu yang sekarang ini, nikmati lah duit 10 ribu, agar kamu bisa menikmati duit 100 ribu, lah kalo kamu duit 10 ribu saja belum bisa menikmati, gimana tuhan mau kasih duit 100 ribu? apalagi 1 juta? apalagi 1 milliar? bisa gila kamu”

“aku jadi ingat ndil, mbah ronny kita pernah ngajarin, kaya itu ujian, miskin juga ujian, mungkin kalo orang gak dikasih kaya bisa jadi karena Tuhan takut ketika si miskin jadi kaya justru dia tidak kuat dengan ujian itu, dan akhirnya hidupnya gak bahagia”

“nah kira-kira seperti itu dal, aku ngomong gini bukan berarti aku orang bener loh dal, aku juga orang yang gak bersih, bahkan aku ya sering bikin salah”
“jancuk koen ! aku tamu ndil, gak di kasih minum, malah di crocosin, udah sana bikinin kopi dulu”
“walah gudel!!! wuasyu tenan raimu!! meng ngene gak bawa apa-apa malah minta kopi”

Artikel Lain

Terimakasih Dek Della JKT48 Berkat Kamu Saya Sadar Akhir-Akhir ini saya bingung tetiba tutwuri handayani menjadi trending, ternyata setelah saya telurusi dek della jkt48 yang unyu dan menggemaskanlah y...
Cara cindil menyembuhkan kesurupan Hari itu, cuaca agak kurang bersahabat, sebentar, cuaca tidak bersahabat ? oh tidak, kita yang tidak ingin bersahabat dengan cuaca, bukan cuaca yang t...
Terlahir Aneh, Aneh Karena Terlahir Ok setelah kemaern berhasil membangun sebuah blog, dan wow, dari bantuan seorang teman yang tinggi dan berambut gondrong akhirnya saya bisa mendapat t...
Memaknai Video Klip Dan Lirik Lagu Letto Yang Berj... Kemaren kami sudah memaknai lirik lagu bob marley yang no woman no cry disni, dan kali ini kami akan memaknai lirik lagu yang di ciptakan oleh band in...
Boikot Kurma Iran? Duh Gusti Apa aku kudu ketawa? Dunia makin canggih, dengan banyaknya hal-hal baru dan modern, seperti smartphone yang sekarang berkembang dengan pesat, dan aplikasi-aplikasi yang ca...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply