Perbedaan Buruh Dan Petani

0

Kali ini saya akan membahas dua profesi yang berbeda tapi mempunyai sedikit kesamaan, mempunyai persamaan dalam sisi perjuangan, bedanya perjuangan buruh untuk pabrik dan bosnya sedangkan petani berjuang untuk negara, untuk kita, untuk manusia-manusia agar bisa makan, agar sayur-sayuran terpenuhi, mendapat karbohidrat yang cukup dari nasi. Dan saya disini akan membahas lebih dalam perbedaan petani dan buruh.

Dari segi perjuangan memang jelas perbedaanya, para petani berjuang tanpa hitungan waktu sedangkan buruh waktu sangat mereka hitung, untuk berjuang para petani rela untuk di lupakan bahkan tidak di akui sama sekali, tapi para buruh sangat perlu sebuah pengakuan, pengakuan dari masyarakat, negara dan bos-bosnya. oleh sebab itu para buruh selalu berdemo setahun sekali paling minim, atau bahkan bisa setiap bulan sekali, mereka lakukan itu agar mereka dapat pengakuan.

Lihat petani, dibalik keluguanya sangat memperdulikan bagaimana situasi keadaan negara, dengan pemikiranya yang non akademik mereka dapat memikirkan negara dengan cara mereka sendiri, menanam dan menanam, para petani tidak peduli akan dihargai berapa hasil tanaman mereka bahkan mereka sering merugi karena hasil dari panen yang dihargai sangat tidak seimbang dengan modal untuk menanam.

petani

Berbeda dengan buruh, mereka selalu meminta untuk dihargai, rata-rata para buruh adalah lulusan SMA sedrajat atau lebih tinggi, tapi cara berfikir mereka sangat monoton, mereka selalu berfikiran bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya hanya itu, terkadang mereka berusaha untuk saling sikut dengan teman sesama buruh untuk mendapatkan sebuah penghargaan dari bos-bosnya.

Berbeda dengan petani, para petani sangat menghargai sesama petani, bahkan mereka saling membantu jika petani lain membutuhkan bantuannya, mereka membantu tanpa memikirkan uang sedikitpun, mereka saling bantu saling bahu membahu untuk saling membantu, tanpa berfikir materi tanpa berfikir berapa kelelahan, berebda dengan buruh yang selalu menghitung tenaga yang dikeluarkan dalam hitungan jam, bahkan detikpun mereka hitung.

Disisi sebagai warga negara, para petani sebetulnya mempunyai hak-hak yang lebih banyak dari para buruh, tetapi para petani tidak menghitung dan menuntut hak mereka yang mereka tau adalah kewajiban sebagai para petani, menanam dan terus menanam, berebda dengan buruh, sebelum kewajibanya di laksanakanpun mereka sudah menuntuk hak-haknya, menuntun gajinya, menuntut ini dan itu.


Petani selalu diam ketika harga hasil panen mereka dihargai dengan sangat amat murah oleh negara, mereka gagal karena modal untuk menanam dan hasil panen yang dihargai sangat berbeda, bahkan masih di permainkan oleh tengkulak-tengkulak, seperti saat bulan puasa kemaren, di pasaran harga tomat perkilo 10.000 rupiah, tomat para petani dihargai hanya 500 rupiah, tapi apa para petani tidak pernah menggelar demo di istana merdeka, bundaran HI atau depan gedung DPR? tidak !. karena para petani orangnya sangat menerima bahkan ketika mereka di injak-injakpun mereka justru membaringkan badanya “silahkan injak kami kalo itu bisa membuat kalian tinggi, kami rela”.

Berbeda dengan buruh yang selalu menuntut kenaikan gaji, UMR yang di naikan serta jam kerja yang harus ini harus itu, bahkan sebelum bekerja para buruh sudah memintanya, menggelar aksi demo besar-besaran dengan motor-motor keren mereka, mereka masih merasa kurang masih menuntut ini itu, berorasi di mana-mana, tanpa mereka melihat hasil kerja mereka.

Filosofi hidup para petani itu luar biasa, kesederhanaan, usaha berharap ada harga yang bagus dari hasil pertanianya, para petani selalu menanam lagi ketika gagal, ini menujukan bahwa para petani tidak mudah menyerah walau sudah gagal, selalu mencoba dan mencoba lagi, gagal, bangkit, menanam lagi. mungkin jika negara ada rasa tanggung jawab kepada petani, para petani tidak akan selalu gagal, karena rasa tanggung jawab negara ke petani yang sangat amat minim, maka petani berusaha tanpa harus memikirkan apakah negara akan menghargainya, apakah masyarakat akan menghargainya.

Berbeda dengan filosofi hidup buruh, hidup buruh selalu berfikiran kerja mendapat uang, dan ketika ada sedikit ketidak samaan dalam proses hidup mereka, merka langsung menggelar aksi protes besar-besaran, teriak sana teriak sini, memelas dengan anarkis.

 

bertani, menanam padi

 

orasi buruh

KETIKA PARA PETANI SIBUK MENANAM PADI, PARA BURUH SIBUK BERORASI

 

Para petani, tidak menuntut kesejahteraan ke pemerintah sprti buruh, sebab petani paham betul, petani yg mensejahterakan negara, bukan sebaliknya. berbeda dengan buruh yang selalu menuntut untuk mendapatkan sebuah kesejahteraan dari negara

 

Akhir kata ada istilah orang jawa bilang “yen pengen mukti dadio wong tani” ( kalo ingin hidup mulia, jadilah petani )

Artikel Lain

Bahaya merasa paling Merasa paling, mungkin ini adalah sifat dasar bagi setiap makhluk hidup, merasa paling ada bermacam-macam konteks, seperit paling pintar, paling benar...
Pilkada DKI 2017 Sibuk Ngurusin Rumah Tangga Orang... Sebentar lagi ada sesuatu yang seru di jakarta, pertarungan untuk merebutkan kedudukan sebagai Gubernur Jakarta, sebentar lagi di tahun 2017 itu akan ...
Menjadi kaya, idaman bagi semua Semua orang pasti berhasrat untuk menjadi kaya dalam artian kaya materi, punya uang banyak, mobil banyak dan bagus, rumah besar, investasi dimana-mana...
Kekacauan Indonesia Hanya Dapat Diatasi Oleh Jengk... Kenapa harus jengkol? hanya jengkol yang mampu mengembalikan bhineka tunggal ika dan kesaktian pancasila, jengkol mempunyai power seperti pidato bung ...
Emansipasi dan Emansisapi, e m a n s i s a p i Berkali kali cindil di protes oleh temen-temenya, terutama gudal dan sapun, yang selalu memprotes omonganya ketika mereka sedang asik membahas permasa...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply