Sana yang natalan, kok yang ribut sini?

0

Warning : Artikel ini tidak ada maksud sara sama sekali, jadi tolong baca baik-baik, artikel ini tidak ditujukan memojokan pihak manapun, tetapi cuma ingin mengingatkan saja, dan tentu kami akan berusaha tidak untuk melakukan sara disni.
Natalan sebentar lagi, riuh rendah umat kristiani untuk menyambut natalan memang sangat terasa di bulan-bulan desember ini, akan tetapi riuh rendah umat kristiani justru masih kalah dengan keributan umat islam, terutama di sosial media, loh kok justru umat islam yang ribut? aneh bukan? tapi inilah fenomena yang terjadi di indonesia.

Saya sendiri jujur bingung, kenapa kok fenomena yang diluar akal ini bisa terjadi, dan parahnya ini terjadi setiap tahun, dan fatwa-fatwa musimanpun akan selalu hadir seperti musim buah, jika terjadi fenomena ini, maka fatwa ini akan di munculkan, dan jka terjadi fenomena itu maka fatwa itu akan di munculkan, dan fatwa akan muncul sesuai musim.

Umat kristiani menyambut natal dengan hingar binar, penuh kebahagiaan, sedangkan agama sebelahnya sibuk berdebat, dan perdebatanya masih sangat klise tentang hukum mengucapkan selamat natal itu kharam atau tidak, loh disni mulai jungkir balik pola pikir orang indonesia.

Sudahlah jangan kebanyakan berdebat kharam atau tidaknya mengucapkan natal, mari kita berfikir jernih, yang mau ngucapkan yang monggo, yang engga ya terserah, ngapain hal-hal seperti ini di debatkan, di islam sudah di jelaskan, lakum dinukum waliyadin yang artinya “elo elo, gue gue” jadi ini tidak hanya seputar agama islam saja, tapi sebuah pemahaman pemikiran.

Jadi misal ada orang yang menafsirkan mengucapkan selamat natal itu kharam ya sudah kamu yakini pemikiranmu itu, dan jika ada yang mengatakan mengucapkan selamat natal tidak kharam ya udah, ucapkan selamat untuk umat kristiani sebagai bentuk toleransi beragama, tidak usah di perdebatkan lagi, dan cara pemikiran ini juga termasuk dalam lingkup “lakum dinukum waliyadin” pemikiranmu ya pemikranmu, pemikiranku ya pemikiranku, masalah dosa dan tidaknya kan itukan haknya Tuhan untuk memutuskan.

Jika perdebatan masalah boleh atau tidak mengucapkan selamat ini terjadi terus menerus, perlu di catat, ini tidak akan menemukan titik temu, karena cara penafsiran sudah berbeda, ya sudah ucapkan atau tidak, dosa atau tidak itu ursan masing-masing orang, mau masuk neraka atau tidak itu masing-masing orang, jangan perdebatkan masalah seperti ini lah wong sholat aja masih bolong-bolong, itu dulu kita benerin dan benahin.

Pandangan penulis dan jangan di debat pandangan saya pribadi

Pandangan saya pribadi sebagai penganut islam, sah-sah saja untuk mengucapkan selamat natal ke teman-teman kristiani, kenapa? saya merujuk dari penafsiran saya sendiri tentang bismillahirahmannirrohim, rahman itu adalah kasih Allah untuk manusia di dunia, dan semua entah itu siapa bakal dikasihi, bahkan pembunuh paling jahatpun tetap dikasihi, buktinya dengan masih dikasih rejeki sehat, rejeki makan, rejeki di kasih anak, Allah S.W.T tidak membeda-bedakan siapapun yang hidup di dunia, semua dikaish rejeki yang sama, itu bukti rahman Allah terhadap semua makhluk di bumi.


Tetapi untuk rahim itu kasih untuk di akhirat dan ini tidak perlu di jelaskan lagi, kasih sayang ini hanya untuk orang-orang yang pada akhirat, jadi saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut, semua juga sudah paham maksud kasih sayang di dalam akhirat itu seperti apa, dan karena artikel ini tidak hanya umat muslim yang membaca jadi saya tidak akan melanjutkan ke hal yang lebih dalam, selain itu karena ilmu saya yang masih dangkal juga.

Tuhan saja sudah mencontohkan sebuah kasih sayang di dunia dan diakhirat, kenapa kita harus membatas-batasi kasih sayang kita sendiri, sedangkan Allah S.W.T mencontohkan kita bahwa kasih sayang itu di bagi menjadi dua, lah kita kok malah mau lebih hebat dari Allah itu sendiri, itu pemikiranku, tidak usah meminta dalil, karena saya tidak hapal dalil dan malas copy paste dalil juga, ya karena jaman sekarang banyak bermunculan ustad copy paste yaitu ustad-ustad yang sukanya mengcopy paste dalil tapi dia sendiri mungkin tidak hapal dalil tersebut.

Jika kita menyerupai suatu kaum, maka kita akan sperti kaum tersebut, pandangan saya tentang ini akan saya kasih analogi saja, ayam akan tetap ayam walaupun dia membaur dengan bebek.

Kita tidak akan menyebut seekor sapi itu harimau, walaupun sapi itu membaur dengan harimau dan sapi itu mengaum seperti hari mau “Rawr!!!” sedangkan yang dimasuk menyerupai itu hati, pola pandang, keyakinan, dan masih banyak lain hal yang mempengaruhi sebuah kata menyerupai, bukan hanya dengan berpaikaian atau berpartisipasi dalam kegiatan seseorg.

Jadi ya udahlah teman-teman, yang mau ngucapain selamat natal ya monggo, yang tidak ya terserah, sema orang punya hak sendiri-sendiri, masalah dosa, atau tidak dosanya itu urusan masing-masing, jadi tidak usahlah kita menyalahkan orang lain, atau merasa diri kita paling benar, dan stop melakukan tindakan konyol dengan berdebat dengan hal-hal seperti ini, mereka yang natal kok kita yang ribut sendiri memperbedatkannya.

Dan jika kita menyerupai kaum, dengan cara berfikir dangkal, banyak hal yang kita juga ikut membaur, contoh nyata adalah facebook, facebook adalah salah satu bikinan orang non muslim, dan jika kita mempunyai akun facebook, maka kita membaur dengan yang mempunyai facebook, dan awal mula pengguna facebook merupakan orang non muslim, dan jika kita menggunakan facebook, kita akan menyerupai orang-orang tersebut dong? lalu kenapa masih banyak orang yang anti ucapan natal tetapi menggunakan facebook?

Banyak hal lain, seperti komputer pertama kali di temukan oleh alan turing, dia seorang maaf homo, dan sama seperti diatas, jika kita mengugnakan komputer, maka kita juga akan menyerupai kaum tersebut? cobalah berfikir agak cerdas sedikit teman-teman, kalo memang anti-antian, ya sudah anti semuanya dong, jangan setengah-setengah.

Banyak urusan pribadi islam yang belum kita benahi dengan benar, mari kita benahi itu dulu, jangan kita mengurusi hal-hal, rumah tangga sendiri saja masih tidak karu-karuan, kok ya mau repot-repot ngurusin rumah tangga orang lain, mending kita benari dan benahi rumah tangga kita sampai benar-benar tidak ada masalah, nanti dengan sendirinya kita bakal ketemu untuk hal-hal diluar rumah tangga kita.

Maaf jika banyak kata-kata yang salah karena keterbatasan ilmuku, dan juga selamat natal untuk teman-teman yang merayakannya, Jangan debat artikel ini, karena saya malas berdebat, dan juga tidak ada maksud sara dan lain-lain.

Artikel Lain

Mari berdoa agar kita hidup pas-pasan Banyak orang yang mati-matian buat hidup berlebihan, padahal kita sekali makan tidak akan bisa habisin lebih dari 1 kg beras, padahal beli baju banyak...
Memaknai Video Klip Dan Lirik Lagu Letto Yang Berj... Kemaren kami sudah memaknai lirik lagu bob marley yang no woman no cry disni, dan kali ini kami akan memaknai lirik lagu yang di ciptakan oleh band in...
Para Pekerja Lapang Pekerja lapang, banyak macam-macam pekerjaan di lapangan, tetapi dari sekian banyak profesi pekerja lapang, hanya sekian persen saja yang di anggap di...
Boikot Kurma Iran? Duh Gusti Apa aku kudu ketawa? Dunia makin canggih, dengan banyaknya hal-hal baru dan modern, seperti smartphone yang sekarang berkembang dengan pesat, dan aplikasi-aplikasi yang ca...
Perbedaan Buruh Dan Petani Kali ini saya akan membahas dua profesi yang berbeda tapi mempunyai sedikit kesamaan, mempunyai persamaan dalam sisi perjuangan, bedanya perjuangan bu...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply