Semoga tuhan melindungi kita, Itu kata-kata mustahil

0

Pernah seorang teman dalam posisi sangat terjepit dalam hidupnya, lalu teman lainnya mencoba memberikan ketenganan dengan berkata “semoga Tuhan melindungimu” sebenernya saya geli dengan kalimat seperti itu, gak masalah sih, karena tujuan dari temenku itu bener, menguatkan hati temannya, tetapi kayaknya kok kata-kata “Semoga Tuhan melindungi kita” itu sangat bukan Tuhan banget dan tentu sangat mustahil.

Masih banyak kata-kata yang membuat geli untuk saya dengar, seperti semoga Tuhan memberi rejeki dan masih banyak kata-kata lainnya, kata semoga itu di gunakan untuk mengungkapan harapan dari sebuah ketidak pastian, makanya kita menggunakan kata semoga.

Sedangkan Tuhan pasti selalu melindungi umatnya yang percaya akanNYA, tetapi jika kita menggunakan kata semoga dalam hal-hal yang sudah pasti Tuhan lakukan untuk makhluknya, berarti kita meragukan kekuatan, kebijakan, kasih dan sayang Tuhan dong ?

Banyak hal yang salah dalam setiap ucapan kita, entah itu dalam obrolan sehari-hari maupun dalam berdoa, seperti ketika kita sedang mengalami cobaan, lalu kita mendaadak menjadi sangat alim dan tiap hari melakukan sholat 5 waktu, lalu dengan merintih-rintih dalam sujudnya berkata “Tuhan tolong ringankan beban hamba”

Mungkin malaikat yang dilangit mendegar doa dari hamba yang menjadi hamba kalo lagi kepepet doang, para malaikat menahan tawa, lah gimana gak nahan ketawa ? seharusnya kita berdoa agar mampu dan di beri kekuatan untuk menanggun beban hidup, bukan untuk meringankan beban hidup, kalo kamu meminta di ringankan beban hidupmu, maka kapan kamu menjadi kuat ?

Ingat kata-kata bijak yang berseliweran di dunia maya, dengan background hitam serta tulisan putih dan di beri tanda kutip kanan kirinya, dan bacaanya seperti ini “jika engkau meminta kekuatan, maka tuhan akan memberikan cobaan yang berat agar engkau bertambah kuat” kira-kira seperti itu bunyinya, nah menurutku kata-kata ini sungguh beneran bijak jika kita beneran menghayati kata-kata tersebut, bukan cuma jadi bacaan yan besok juga berlalu.

Sebenernya kita manusia memang sangat rawan akan sebuah ketidak waspadaan, termasuk ketidakĀ  waspadaan terahadap kata-kata, mana kata yang “tepat dan tidak tepat” saja kita tidak paham, akhirnya nanti terjadi kasus kaya Pak ahok, sebenernya kata-kata beliau menurut saya gak ada yang salah, cuma untuk bicara tentang sebuah ayat Al Quran, Pak ahok tidak ada kapastias untuk itu, seharunya pak ahok tetep bersikap sok cool wae, sebab pasti tetep ada orang yang bela pak ahok dari orang yang beragama islam.


Setelah itu, ada pula yang mengatakan “loh itu Dr zakir naik juga ngomong dan membahas kitab agama lain” sebentar… sebentar.. sabar to, kita sebagai manusia modern mbok ya rada berfikir panjang, liat konsep keadaan, liat konteks dan kondisi saat mengatakan, saya lagi gak membela Dr dzakir naik disni, cuma ketika Dr zakir naik mengatakan seperti itu, beliau kan dalam konteks berdebat, bukan pidato, beliau mengatakan seperti itu sebab didepan ada orang yang sedang menantang bedebat, sedangkan pak ahok, itu dalam kondisi berpidato, Tetapi yang bikin rancau para pendengar youtubenya, mereka mengkopi paste kata-kata Dr zakir naik tanpa melihat keadaan, kondisi dan sikon, ada orang beragama lain, dia lagi jalan santai, tiba-tiba di cegat lalu suruh duduk, mereka todong saja dengan kata-kata Dr zakir naik, Doh ngelu juga kalo gini.

Kembali lagi kepembahasan “Semoga Tuhan melindungi kita”, jika kata semoga dan kata melindungi itu disatukan dalam kalimat seperti itu, tentu kita berarti meragukan Tuhan “melindungi atau tidak”, dan masih meragukan Tuhan akan perlindunganya kepada umatnya, padahal melindungi umatnya, pasti Tuhan selalu melakukan dan ketika kamu sudah menggunakan kata semoga untuk hal yang sudah pasti Tuhan lakukan, hati-hati ntar jatuhnya su’udzon ke Tuhan loh.

Loh, sekarang jika dirumahmu banyak kecoa, banyak tikus, banyak semut dan hewan-hewan lain, tanpa perlindungan Tuhan, ketika tidur seharusnya kupingmu kemasukan kecoa dan semut atau hewan lain, tetapi nyatanya, sangat jarang kasus kuping kemasukan hewan-hewan kan ?

Sama seperti “Semoga Tuhan memberikan rejeki”, lah kalo rejeki mah setiap hari setiap detik Tuhan selalu memberikan ke kita, sehatmu adalah rejeki, nafasmu adalah rejeki, sekarang kamu bisa baca tulisan ini adalah rejeki, kok pake semoga, jelas-jelas Tuhan bakal kasih rejeki, gak mungkin engga, TITIK !!!

Jadi, kita harus memilih-milih, ketika berdialektika dengan Tuhan, ya gak cuma dengan Tuhan, dengan manusiapun kita harus hati-hati, mungkin ada beberapa yang cocok menggunakan kata “Semoga” misal semoga kita masuk sorga, semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita, semoga Amala ibadah kita diterima. Tapi untuk kata-kata yang sudah pasti Tuhan memberikan, mungkin kita harus belajar PEDE ketuhan dengan mengatakan “Pasti Tuhan melindungi”

 

Nasihat dari aku untuk diriku

 

Artikel Lain

Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat ki... Aku sering menjumpai kata-kata ini berseliweran di dunia maya, di media sosial, bahkan di kehidupan nyata banyak orang yang sering kali yakin dengan k...
Terimakasih Dek Della JKT48 Berkat Kamu Saya Sadar Akhir-Akhir ini saya bingung tetiba tutwuri handayani menjadi trending, ternyata setelah saya telurusi dek della jkt48 yang unyu dan menggemaskanlah y...
Pekerjaan berat atau memberatkan pekerjaan? Kebahagiaan macam apa yang di harapkan para manusia? semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing, tanpa peduli terhadap suatu perkara kemanusiaan, b...
Ciri-ciri makhluk jenius di facebook akhir-akhir i... Kali ini saya akan membahas tentang facebook, akhir-akhir ini banyak sekali perdebatan gak karu-karuan, dan aku sendiri sih kadang yang tertarik juga ...
Kekacauan Indonesia Hanya Dapat Diatasi Oleh Jengk... Kenapa harus jengkol? hanya jengkol yang mampu mengembalikan bhineka tunggal ika dan kesaktian pancasila, jengkol mempunyai power seperti pidato bung ...

Share.

About Author

Super Admin

Leave A Reply