Semua Salah jokowi !

2

 

 

Kali ini aku akan membahas sedikit kejadian di indonesia, tentang presiden kita, jokowi! loh kenapa kok bahas politik? oh bukan, ini bukan politik, aku sedang membahas presiden kita itu sudah di luar politik, politik itu tentang perorangan, jika presiden itu tentang kita, tentang indoensia, maka ini adalah pembahasan tentang indonesia.
Setiap orang pasti  berusaha dengan tanggung jawabnya, entah aku, kamu, mereka atau jokowi, semua orang pasti berusaha yang terbaik, semakin besar tanggung jawab semakin besar usahanya, jokowipun seperti itu, aku yakin tanggung jawabnya menjadi presiden tanggung jawab besar, jokowi pasti sudah berusaha semampunya, cuma mungkin belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Belum menemukan hasil yang memuaskan belum tentu tidak akan pernah berhasil kan? semua butuh proses, seperti bayi, butuh proses untuk bisa lari kencang, perlu merangkak, tertatih, berjalan baru bisa lari, tidak mungkin semua proses itu dilakukan dengan cepat.
Jujur aku memang kurang sreg dengan sikap jokowi saat mencalonkan diri  menjadi presiden, karena masih mempunyai tanggung jawab di jakarta waktu itu, tetapi setelah dia jadi presiden, demi kemajuan indonesia, aku mendukungnya, aku mendukung setelah jokowi menjadi presiden, mendukung program-program untuk memajukan indonesia.
Nah sayangnya, banyak sekali orang yang selalu menyalahkan sikap jokowi ini, bahkan semua hal selalu salah jokowi, jika memang ingin mengekritik, silahkan itu demi kemajuan, bebas, tapi beda antara kritik dan menyalahkan.
Menyalahkan itu memfonis orang yang melakukan sebuah tindakan tanpa mau peduli bagaimana solusinya, sedangkan mengkritik itu lebih kita memberi saran walau sedikit sarkas. Gimanapun kita menyalahkan jokowi, secara konstitusi dia adalah presiden yang masa jabatanya 5 tahun, dan akan ada kekacauan besar jika memang dia harus turun.
Mari kita hitung berapa nyawa yang dikorbankan waktu kerusuhan 98, jika itu terulang lagi, apakah kita bahagia melihat mayat-mayat bergelimpangan? apakah kita akan sejahtera dari sekarang padahal kita sudah mengorbankan banyak nyawa? belum tentu, sangat belum tentu.
Mari kawan, berfikir jernih, jangan cepat menyimpulkan kesalahan pada orang tertentu, sekarang jika ada kesalahan dalam sebuah proses kebijakan yang dilakukan jokowi, pertanyaanya adalah, apa kita sudah mematuhi kebijakan itu sungguh-sungguh sehingga berani menyalahkan jika ada kesalahan? apa justru kita berkonstribusi besar untuk menjadikan kebijakan itu salah? agar kita bisa tertawa puas melihat kesalahan-kesalahan yang secara tidak kita sadari kita berkonstribusi untuk menggagalkan kebijakan itu?.
Mari berfikir lagi kawan, kemajuan bangsa itu bisa terjadi jika antara pemimpin dan rakhyat bisa bekerja sama dengan baik, rakhyat tampa pemimpin akan menjadi bebek yang linglung, pemimpin tanpa rakhyat juga tidka bisa berbuat apa apa, dan akan hancur sebuah negara jika keduanya tidak bisa berjalan selaras.
Aku lihat setelah jokowi jadi presiden, banyak sekali orang yang menjelek-jelekanya, tak ada baiknya dia dimata sebagaian warga indonesia, sebagai warga indonesiaa aku  miris, jujur pilpres kemaren aku pribadi tidak memilih siapa-siapa, tapi setelah jokowi sah menjadi presiden, ya saat itulah jokowi presiden kita, jokowi pemimpin indonesia. terima atau tidak terima, harus terima, harus patuh setidaknya menghargai.
Tetapi sialnya jokowi setelah jadi presiden justru banyak sekali orang yang menjelek-jelekanya, bahkan apapun yang dilakukan jokowi seolah-olah itu salah besar, cara berpakaianyapun menjadi sebuah kesalahan apalagi tentang menentukan sebuah kebijakan?
Bahkan kejadian di arab kemarenpun jokowi yang dikambing hitamkan, ada yang bilang “saat jokowi mendarat, musibah itu terjadi” seolah olah itu salah jokowi, seolah olah jokowi yang membawa sial, padahal belum tentu seperti itu.
Banyak lagi kesalahan-kesalan yang tidak relevan di sambung-sambungkan dengan jokowi, bahkan mungkin saat terserang diare dan bolak balik poop pasti akan menyalahkan jokowi “sudah bolak balik boker tetep aja perut kepengen boker, pasti ini salah jokowi” akankah menjadi seperti itu?
Mari kita lebih berfikir, apa kita sudah melakukan tindakan benar untuk mendukung pemerintah memajukan indonesia, karena kamu tidak akan maju menjadi benar selangkahpun dengan menyalahkan orang lain, karena kamu tidak akan menjadi orang yang luar biasa dengan menyepelakan orang lain.
Akhir kata, untuk kemajuan indonesia, maru bersatu padu merapatkan barisan menjadi bangsa yang terhormat, kalo bukan kita siapa lagi?

Artikel Lain

Baby sitter jahat atau orang tuanya ? Indonesia kembali heboh dengan kejadian seorang pengasuh anak atau baby sitter bernama muityah terdapat menganiyaya anak majikannya atau ndoronya ! ka...
Bahaya merasa paling Merasa paling, mungkin ini adalah sifat dasar bagi setiap makhluk hidup, merasa paling ada bermacam-macam konteks, seperit paling pintar, paling benar...
Para Pekerja Lapang Pekerja lapang, banyak macam-macam pekerjaan di lapangan, tetapi dari sekian banyak profesi pekerja lapang, hanya sekian persen saja yang di anggap di...
Kekacauan Indonesia Hanya Dapat Diatasi Oleh Jengk... Kenapa harus jengkol? hanya jengkol yang mampu mengembalikan bhineka tunggal ika dan kesaktian pancasila, jengkol mempunyai power seperti pidato bung ...
Mari berdoa agar kita hidup pas-pasan Banyak orang yang mati-matian buat hidup berlebihan, padahal kita sekali makan tidak akan bisa habisin lebih dari 1 kg beras, padahal beli baju banyak...

Share.

About Author

Super Admin

2 Comments

Leave A Reply