Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat kita senang

2

Aku sering menjumpai kata-kata ini berseliweran di dunia maya, di media sosial, bahkan di kehidupan nyata banyak orang yang sering kali yakin dengan kata-kata “Teman menjauh saat kita susah, dan mendekat saat kita senang” bahkan kadang di barengi dengan kata-kata sinis dan kata-kata yang entah berjuta juta makian terhadap teman kita.

Sebentar to, sabar dulu dalam mengucapkan dan menghakimi teman-teman kita, yakin teman kita yang meninggalkan kita saat susah, atau kita yang meninggalkan teman-teman kita saat senang ? adakah kita yang konsisten dalam menjalin sebuah pertemanan ? dalam posisi kita senang maupun susah, tetap berkonsisten menjalin pertamanan dengan teman-teman kita ? kebanyakan tidak ada.

Bahkan terkadang ketika kita sedang diatas, kita lupa pada teman lama kita, kita bermain dengan teman baru yang serasa sedrajat dengan kita, padahal teman baru kita belum tentu sekonsisten dengan teman-teman lama kita, setelah itu, ketika kamu mengalami sebuah penurunan, teman-teman baru kita pergi melanjutkan kesenanganya, dan kita tinggal sendirian.

Dan temanmu yang lama ingin mendakatkan diri lagi, tetapi teman-teman lama kita merasa minder karena tingkah kita sewaktu diatas tersebut, dan akhirnya ketika kita merasa sendirian, butuh support, butuh teman untuk menghibur dan tidak ada satupun yang mendekat terhadap kita, maka kita dengan seenak jidatnya mengatakan “Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat kita senang”

Dan selain itu, bisa jadi kata-kata “Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat kita senang” adalah kesensitifan hati kita saat keadaan susah, ketika dalam keadaan susah, muka kita terlihat kusut, bahkan tidak ada senyum di wajah kita, ketika teman kita mencoba mendekat, karena hati kita sedang di landa kesusahan, kita bahkan tidak menegur teman kita saat mendataangi kita, akhrinya teman kita merasa tidak enak hati dan tidak mendatangimu lagi, lalu kita merasa sendirian lagi dan berkata “Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat kita senang”

Padahal belum tentu itu niat teman kita, bisa jadi karena tingkah kita sendiri saat kedaan susah, sehingga teman-teman tidak enak hati untuk mendakatimu, bukan teman kita yang menjauh, tetapi kita sendiri yang membuat teman-teman kita menjauh, kita seharusnya berfikir lebih dalam sebelum mengatakan “Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat kita senang”, yang justru akhirnya akan membuat teman-teman kita semakin jauh.

Ada seorang guru kehidupan bernama “Ahmad Tohirin”  yang justru selalu mendekat kepada orang-orang yang susah, membantunya sebisa-bisanya, mendampinginya sampai bisa lepas dari kesusahan itu, setelah orang tersebut terlepas dari kesusahan, banyak yang lupa terhadapat beliau, tetapi beliau tidak mepermasalahkan, beliau selalu mendatangi rumah ke rumah orang yang selalu mengalami kesusahan, kesedihan, bahkan kesakitan, beliau mendampinginya tanpa pamrih apapun, lalu di lupakan.


Sebelum jokowi blusukan, beliau sudah blusukan terlebih dahulu kemana-mana, tanpa pamrih, tanpa media yang pernah meliputnya, dan banyak yang melupkannya begitu saja setelah berhasil, apakah beliau pernah meminta balasan ? belum pernah, apakah beliau pernah meminta sedikit saja bayaran dari kesetiaan terhadap kesusahan manusia ? belum pernah.

Seperti beliaulah seharusnya kita bersikap sebagai seorang teman, kita seharusnya lebih bisa menjadi pendamping ketika teman kita sedang susah, sedang mengalami musibah, kita selalu berada di sampingnya, dan ketika temannmu sedang senang, tidak usah kita mencampuri kesenanganya, maka ketika kita susah, pasti banyak teman yang ada di samping dan belakang kita untuk menopang kesusahan kita.

Seorang guru besar, guru rakhyat “Mbah Nun” pernah menulis dalam bukunya “Indonesia bagian dari desaku” seperti itu juga seharusnya kita memposisikan sebuah pertemanan “Teman adalah bagian dari diriku” ketika kita sudah bisa memposisikan sebuah pertemanan seperti itu, maka ketika kita memberikan cinta kasih kita terhadapat teman, kita tidak perlu meminta untuk dibalas.

Kita tidak akan meminta sesuatu dari pertemanan, tetapi kita akan terus berusaha memberi sesuatu terhadapat pertemanan, itulah ketika kita merasa bahwa teman adalah bagian dari diri kita, bukan kita bagian dari pertemanan, dan tentu ketika kita dalam keadaan susah dan teman-teman kita benar-benar menjauh, maka kita tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu lagi.

Dan bayangkan jika semua orang memposisikan pertemanan seperti itu, maka semua orang akan berusaha memberi, tanpa meminta, dengan otomatis, teman kita akan memberi kita, kita akan memberi teman kita, tanpa ada rasa untuk meminta sesuatu teman kita akan memberikan karena rasa “Pertemanan adalah bagian dari kita” tentu romantisme pertemanan akan semakin terjaga, begitu juga jika dalam hubungan suami istri, sodara, orang tua dan anak, jika kita bisa memposisikann semua itu dalam hal-hal tersebut, betapa indahnya dunia ini akan menjadi ? aplagi jikaa sampai kesebuah pemerintahan juga ?

Jadi, mulai sekarang, marilah kita rubah kata-kata “Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat kita senang” menjadi “Teman datanglah padaku saat engkau kesusahan, maka aku akan membantumu sebisa-bisaku, karena aku tidak tega melihat kesusahanmu di pikul sendiri

 

Nasihat dariku untuk aku, teman-teman manusia dan jin

Artikel Lain

Mari berdoa agar kita hidup pas-pasan Banyak orang yang mati-matian buat hidup berlebihan, padahal kita sekali makan tidak akan bisa habisin lebih dari 1 kg beras, padahal beli baju banyak...
Balada facebook, setelah virus alay kini virus hoa... Para pembaca anaksantai.com dari golongan manusia yang manis-manis, ganteng-ganteng, cantik-cantik dan dan juga dari golongan jin yang kami anggap tem...
Sana yang natalan, kok yang ribut sini? Warning : Artikel ini tidak ada maksud sara sama sekali, jadi tolong baca baik-baik, artikel ini tidak ditujukan memojokan pihak manapun, tetapi cuma ...
Berapa kadar ke atheisanmu? Siang itu, walau matahari lagi gagah-gagahnya menampakan diri diatas kepala, tapi tetap saja suasana didesa cindil tetap terasa dingin, di tambah ding...
Kubimbing engkau kesurga adalah kalimat tersombong Kali ini dengan sangat terpaksa dan sangat amat rendah hati, saya akan menulis tentang agama, perlu di ingat, saya sangat amat takut nulis tentang aga...

About Author

Super Admin

2 Comments

Leave A Reply