Kata Allahuakbar yang di berhalakan dan sunnah yang dibendakan

1

Siang itu, udara sedang dingin, angin kencang dan hujan deras mengguyur desa cindil, cindil dan teman-temannya lagi asik usel-uselan di kasur yang sempeit, disana ada gudal, sapun dan daplun, karena dinginnya udara di desa cindil, mereka berebut selimut dan saling ngotot.

“Ini selimutnya jangan di tarik kesitu semua” teriak gudal

“gak usah lebay dan jangan play victim deh, wong jelas selimut kekuel disitu semua” teriak sapun dari pinggiran

“Oi jangan tarik-tarikaan ntar sobek ini selimut satu-satunya” Cindil berteriak

Lagi asik tarik-tarikan selimut, dari luar rumah ada orang beteriak, Takbir..!! lalu di ikuti nada rendah menirukan suara jokowi waktu bertakbir pada aksi damai 212, anak-anak yang sedang ngotot-ngototan itu akhirnya terdiam dan memperhatikan arah suara itu, oh ternyata dari luar rumah cindil, akhirnya semua lari keluar rumah dan melihat seorang dengan pakaian dekil, lusuh dan rambut panjang acak-acakan yang berteriak-teriak.

“Orang gila itu, cuekin aja” tetangga cindil menujuk orang tersebut

Tetapi justru orang gila itu mendekat ke arah cindil dan teman-temannya, menyeringai dan menepuk-nepuk perutnya.

“Su, makan dong, laper nih” kata orang gila itu

Cindil dan teman-temannya saling berpandangan, ini orang minta makan tapi manggilnya pake SU.

Seakan-akan orang gila paham apa yang ada di benak anak-anak itu dan melanjutkan omongan, “lah SU itu bukan berarti ASU doang, tapai bisa jadi SUHADA hahahaha” lanjut ocehan dia

Akhirnya orang gila itu diizinkan masuk ke rumah dan di kasih makan seadanya dirumah cindil, sambil makan orang tersebut masih saja ngoceh gak karu-karuan, lalu melihat teman-teman cindil satu persatu dengan makanan yang masih dimulutnya.

“Agama kalian apa?” tanya orang tersebut

“Islam” serentak anak-anak menjawab

“Yang kalian sembah?”

“Allah S.W.T”

“Okay.. okay, Nice.. Nice..” orang tersebut mengangguk-angguk sambl terus melahab makanan.

“hah Nice ?” Gudal bertanya dan mewakili kebingungan anak-anak

“Yap, Nice… Try”

“Maksudnya gimana?” Daplun menimpali

“Lah iya nice try lah, kalian nyembah Allah”

“Lah salah kah kami menyembah Allah” Sapun menimpali

“Yang kalian sembah Allahnya atau yang punya Nama Allah?” orang tersebut menimpali omongan sambil meletakan piring.

“Maksud romo yai gimana?” Cindil yang dari tadi diam akhirnya bertanya

“Hahaha kamu kok manggil aku yai, padahal semua manggil aku orang gila”

Cindil hanya memberikan senyuman.

“Manusia sekarang semua dibenda-bendakan, bahkan Allah sendiri di benda-bendakan, kalian pikir menyembah Allah dengan cara itu saja cukup ? lalu bagaimana dengan pohon-pohon, gunung-gunung yang justru secara terus menerus menyerukan nama Allah, jika hanya seperti yang kalian lakukan saja, berarti gunung-gunung, hewan-hewan itu ?”

“Pernah kalian melihat sapi yang menangis ketika akan di sembelih ? mereka menangis takut atau bahagia ? pernah kalian berfikir bahwa sapi justur lebih paham akan tugasnya di dunia ini, mereka menangis karena tugas mereka sebentar lagi tercapai sebagai makanan manusia ?”


“Pernahkan kalian berfikir betapa ta’dzim bumi terhadap perintah Allah, sehingga tidak lelahnya menopang beban yang diberikan manusia, di gali sampai kedalaman sedemikian dalam untuk di keruk kekayaanya, pernahkah kalian merasa betapa sakitnya bumi ketika di dzolimi seperti itu, lalu ketika bumi menggetarkan badannya sedikit saja kalian sebut bencana?”

“Kalian di tugasi jadi khalifah malah membuat kerusakaan, berteriak Allahuakbar dengan lantang, tapi apa pernah dalam hati dan fikiran kalian membesarkan Allah ? kalian teriak Allahuakbar tapi mengaku maupun mau menerima gelar sebagai Imam besar, lah yang besar kamu apa Allah, sehingga bikin besar tandingan ?, banyak orang bilang ahli sunnah, memanjangkan jenggot, tapi berlebihan hingga tak sedap di pandang, padahal Allah dan kanjeng nabi saja tidak suka sesuatu yang berlebihan, pernah dengan cerita rambut pria berambut gondrong yang di beri wajah masam oleh kanjeng nabi karena rambutnya acak-acakan kan? nah setelah di rapikan baru kanjeng nabi memberi wajah manis ketika bertemu pria itu”

“Banyak yang mengaku mengikuti Sunnah, banyak yang berkata aku ini ahli sunnah wal jama’ah, tapi mereka gak pernah mengambil sunnah dari jiwa kanjeng nabi, pola fikir kanjeng nabi, laku hidup kanjeng nabi, cara kanjeng nabi memperlakukan jin dan manusia, serta makhluk-makhul Allah lainnya, mereka hanya melakukan sunnah dari apa yang terlihat”

“Manusia sekarang, menganggap Gusti Allah ada di hati mereka, membuat Gusti Allah seperti benda yang berdiam, ngungsi di hati mereka, padahal gusti Allah tidak, Kita yang ada di dalam Diri gusti Allah, bahkan bukan hanya kita, tapi alam dunia berserta Isinya, dari lapis langit tujuh, bumi lapis tujuh, alam yang akan datang, sedang di alami dan belum terjadi, semua ada di dalam kebesaran Allah”

Cindil, Sapun dan Gudal mengamati dengan seksama, entah mereka mudeng atau tidak maksud orang ini.

“Allahuakbar artinya apa?” Tanya orang tersebut

“Allah maha besar” jawab anak-anak kompak

“Lalu ketika kamu mengatakan Allahuakbar, kamu menemukan apa ? sehingga kamu beteriak lantang seperti itu ? menemukan kebesaran Allah yang mana ? hey jangan asal teriak, Allahuakbar itu kata tauhid, jangan sampai di nistakan dengan Tujuan gak jelas, Perspektif kepentingan, atau sekedar hanya ikut-ikutan, karena itu akan menjadi Penistaan Allahuakbar, mau di demo berjuta-juta malaikat ?”

“Jangan merasa paling ampuh dalam melakukan Sunnah Rossul ketika engkau belum bisa naik ke sidratul muntaha, karena kanjeng nabi pernah naik kesana, dan jangan kata-kata ini di anggap dengan kata-kata benda, karena ini adalah kata-kata kerja dan kata-kata sifat”

“Maksudnya” sapun menimpali

“Cari tahu sendiri, ingat jangan samapai ilmu kalian mentok disni, karena ilmu Allah itu begitu luasnya, bahkan jika lautan di jadikan tinta dan daun di jadikan kertas untuk menulis ilmu Allah itu tidak akan cukup, ilmu Allah tidak hanya sekedar di toko buku yang kalian beli, atau di media sosial yang kalian mainkan, atau di youtube yang kalian tonton, tapi ilmu allah itu maghrib sampai masriki, dari jagad barat sampai jagad timur, dan sekarang aku sudah kenyang, mohon pamit dan terimakasih atas makananya”

Lalu orang tersebut mendoakan cindil, sapun dan gudal dan berpamitan pergi.

Artikel Lain

Semua Salah jokowi !     Kali ini aku akan membahas sedikit kejadian di indonesia, tentang presiden kita, jokowi! loh kenapa kok bahas politik? oh bukan, i...
Emansipasi dan Emansisapi, e m a n s i s a p i Berkali kali cindil di protes oleh temen-temenya, terutama gudal dan sapun, yang selalu memprotes omonganya ketika mereka sedang asik membahas permasa...
Teman menjauh saat kita susah dan mendekat saat ki... Aku sering menjumpai kata-kata ini berseliweran di dunia maya, di media sosial, bahkan di kehidupan nyata banyak orang yang sering kali yakin dengan k...
Boikot Kurma Iran? Duh Gusti Apa aku kudu ketawa? Dunia makin canggih, dengan banyaknya hal-hal baru dan modern, seperti smartphone yang sekarang berkembang dengan pesat, dan aplikasi-aplikasi yang ca...
Bahaya merasa paling Merasa paling, mungkin ini adalah sifat dasar bagi setiap makhluk hidup, merasa paling ada bermacam-macam konteks, seperit paling pintar, paling benar...

About Author

Super Admin

1 Comment

  1. Tebar Pesona Travel on

    Artikel yang sangat luar biasa …

    “Bahkan jika lautan di jadikan tinta dan daun di jadikan kertas untuk menulis ilmu Allah itu tidak akan cukup”

Leave A Reply